LetterNews
03 November 2026
00:56 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
10 June 2026 23:28 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 10 June 2026, 23:28 WITA

Teken PKS dengan Pelindo, Pemkot Denpasar Siap Bangun Fasilitas PSEL Modern di Benoa

Foto: Prosesi penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan secara khidmat pada Rabu (10/6) di Gedung Kertha Sabha, Kompleks Kediaman Gubernur Bali, Denpasar.

DENPASAR, Letternews.net – Komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan memasuki babak baru. Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Denpasar dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 mengenai pemanfaatan sebagian lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) di kawasan Pelabuhan Benoa untuk pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Prosesi penandatanganan PKS tersebut dilaksanakan secara khidmat pada Rabu (10/6) di Gedung Kertha Sabha, Kompleks Kediaman Gubernur Bali, Denpasar. Agenda penting ini berjalan di sela-sela rangkaian Rapat Koordinasi Gerakan Bali Bersih Sampah menuju Bali 100 Persen Memilah Sampah.

Naskah perjanjian kerja sama ini ditandatangani secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, yang mewakili Pemkot Denpasar, bersama Plt. Executive Director 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Daru Wicaksono Julianto.

[irp]

Momen bersejarah ini disaksikan langsung oleh:

  • Menteri Lingkungan Hidup / Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat.

  • Gubernur Bali, Wayan Koster.

  • Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

  • Jajaran Forkopimda Provinsi Bali, perwakilan Danantara, serta Bupati se-Bali.

[irp]

Manfaatkan Lahan 60.502 Meter Persegi untuk Solusi Sampah Perkotaan

Berdasarkan kesepakatan tertulis tersebut, Pelindo Regional 3 memberikan hak pemanfaatan sebagian lahan HPL seluas kurang lebih 60.502 meter persegi di kawasan strategis Pelabuhan Benoa. Lahan luas ini nantinya akan dioptimalkan penuh sebagai lokasi pembangunan megaproyek fasilitas PSEL beserta seluruh sarana infrastruktur pendukungnya.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi tonggak sejarah penting (milestone) dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah berbasis teknologi tinggi di Kota Denpasar. Langkah berani ini merupakan strategi jangka panjang yang dirancang untuk menjawab tantangan ledakan volume sampah akibat pertumbuhan penduduk dan pesatnya aktivitas ekonomi kota.

“Melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir diharapkan dapat berkurang secara signifikan, sekaligus menghasilkan energi terbarukan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Walikota Jaya Negara optimis.

Jaya Negara menambahkan bahwa orientasi pembangunan PSEL ini tidak sekadar berfokus pada penyelesaian teknis hilir persoalan sampah, melainkan sebagai pilar penjaga kualitas ekosistem lingkungan, penyokong ketahanan energi nasional, serta perwujudan nyata pembangunan kota berkelanjutan (sustainable city).

[irp]

Apresiasi Menteri LH: Memadukan Kebijakan dengan Kearifan Lokal Bali

Di sisi lain, Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap komitmen kuat dan langkah progresif yang ditunjukkan oleh jajaran pemerintah daerah di Bali, khususnya Pemkot Denpasar, dalam urusan penanganan sampah serta pelestarian alam.

“Pendekatan yang memadukan kebijakan pemerintah dengan nilai-nilai kearifan lokal menjadi kekuatan utama Bali dalam membangun kesadaran masyarakat,” ungkap Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta rapat koordinasi lintas daerah tersebut menegaskan kembali komitmen kolektif mereka. Komitmen bersama ini ditujukan untuk mensukseskan gerakan Bali 100 persen memilah sampah secara serentak, sebagai langkah nyata menuju peradaban Bali yang bersih, sehat, indah, dan lestari.

Editor: Rudi.