LetterNews
03 November 2026
00:52 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
28 May 2026 11:10 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 28 May 2026, 11:10 WITA

Soroti Polemik Sapi Kurban Presiden Pakai APBN, Legislator Gerindra Bali Angkat Bicara

Foto: Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bali, Zulfikar

DENPASAR, Letternews.net – Penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pengadaan hewan qurban oleh Presiden Prabowo Subianto sempat memicu perbincangan hangat dan pro-kontra di jagat media sosial. Menanggapi polemik tersebut, jajaran Partai Gerindra langsung meluruskan informasi agar tidak terjadi simpang siur di tengah masyarakat.

Penegasan ini salah satunya disampaikan oleh politisi muda Gerindra yang juga Anggota DPRD Provinsi Bali, Zulfikar Wijaya. Kamis, (28/5/2026. Ia menjelaskan bahwa bantuan sebanyak 1.098 ekor sapi kurban Idul Adha 2026 dari Presiden Prabowo merupakan program resmi negara, sehingga dibiayai secara sah melalui mekanisme APBN.

[irp]

Zulfikar Wijaya: Masuk Skema Banmaspres Kemensetneg, Bukan Hal Baru

Tokoh muda Muslim Bali ini memaparkan bahwa penyaluran hewan qurban tersebut tidak menggunakan dana pribadi Presiden, melainkan masuk ke dalam alokasi anggaran khusus. Program ini secara administratif berada di bawah kendali Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

“Bantuan 1.098 ekor sapi tersebut secara resmi masuk dalam program Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres). Ini sudah diatur secara ketat dalam mekanisme keuangan negara dan dijalankan secara transparan melalui Kementerian Sekretariat Negara,” tegas Zulfikar Wijaya di Denpasar, Kamis (28/5/2026).

Zulfikar juga mengingatkan publik agar jeli melihat runutan sejarah pemerintahan di Indonesia. Menurutnya, program bantuan sapi qurban dari kepala negara ke berbagai masjid dan daerah instansi bukanlah hal baru yang mendadak muncul di era sekarang.

[irp]

Gerakkan Ekonomi Peternak Lokal di Berbagai Daerah

Lebih lanjut, legislator Gerindra ini menyebutkan bahwa agenda serupa juga rutin dilaksanakan pada masa pemerintahan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serta Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Kebijakan ini dinilai memiliki esensi sosial yang sangat kuat untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di akar rumput.

Selain murni untuk membantu pemenuhan gizi masyarakat yang membutuhkan saat Hari Raya Idul Adha, program Banmaspres ini secara taktis dinilai mampu memberikan dampak ekonomi instan (multiplier effect) bagi para peternak sapi lokal di berbagai daerah karena penyerapan hewan qurban dilakukan langsung dari peternakan rakyat.

Editor: Rudi.