
DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Provinsi Bali menerima berbagai masukan strategis dari Bank Dunia (World Bank) terkait keberlanjutan pembangunan Pulau Dewata di masa depan. Masukan krusial tersebut disampaikan langsung oleh World Bank Country Director untuk Indonesia, Carolyn Turk, dalam pertemuan resmi bersama Gubernur Bali, Wayan Koster, di Gedung Jay Sabha, Denpasar.
Dalam pertemuan taktis tersebut, Carolyn Turk membeberkan hasil analisis timnya yang memetakan lima kesenjangan utama di Bali yang harus segera mendapat intervensi kebijakan serius agar Bali tidak kehilangan daya pikatnya di masa depan.
[irp]
Berdasarkan data tim analis Bank Dunia, lima potret permasalahan utama yang membayangi Bali meliputi pengelolaan dan daur ulang air bekas pakai, penanggulangan sampah, mobilitas transportasi, penyediaan air bersih, serta pemenuhan sumber daya listrik di sejumlah wilayah.
Carolyn menilai, jika kelima persoalan dasar ini tidak ditangani lewat cetak biru yang matang dari sekarang, Bali berpotensi menghadapi degradasi kualitas lingkungan dan sosial yang serius.
“Bali saat ini masih menjadi primadona dunia. Tantangan besarnya adalah bagaimana Bali tetap menjadi daerah unggulan dan prima hingga tahun-tahun mendatang. Kami melihat periode jangka panjang, bukan sekadar kondisi hari ini,” ujar Carolyn Turk.
Sebagai langkah konkret, Carolyn meminta Gubernur Bali segera menunjuk tim teknis daerah. Tim ini nantinya akan berkolaborasi intensif dengan tim pakar World Bank untuk menggelar diskusi lanjutan guna merumuskan skema pendanaan dan solusi penanganan yang aplikatif.
[irp]
Merespons paparan komprehensif tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi tinggi. Koster menegaskan bahwa kelima poin krusial yang disoroti oleh Bank Dunia sebenarnya telah diadopsi dan masuk ke dalam peta jalan makro Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun (Periode 2025–2125).
Koster menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur dasar memang membutuhkan pembiayaan yang sangat besar, sehingga sinergi dan dukungan dari lembaga internasional seperti Bank Dunia akan sangat membantu mempercepat eksekusi program di lapangan.
[irp]
Lebih lanjut, Gubernur Koster menjabarkan sejumlah langkah taktis yang telah dan sedang berjalan di Bali guna menjawab kecemasan dunia internasional tersebut. Di antaranya adalah pelarangan ketat plastik sekali pakai, perluasan kawasan sabuk hijau melalui penanaman mangrove, hingga transformasi radikal di sektor energi.
“Untuk sektor energi, Bali berkomitmen penuh mendorong kemandirian energi bersih. Kami tidak lagi mengizinkan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Sebagai gantinya, kami masifkan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai dan menyiapkan program pengolahan sampah menjadi energi listrik bekerja sama dengan Danantara,” tegas Koster.
Di akhir pertemuan yang berlangsung produktif tersebut, Gubernur Koster menyerahkan suvenir khas Pulau Dewata berupa kain tenun endek, arak Bali, serta Buku Haluan Pembangunan Bali Masa Depan kepada Carolyn Turk sebagai simbol eratnya kemitraan strategis yang terjalin.
Editor: Rudi.