
JAKARTA, Letternews.net — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melalui Kanwil DJP Banten resmi memulai penyidikan besar-besaran terhadap tiga perusahaan industri baja di Tangerang. PT PSI, PT PSM, dan PT VPM diduga kuat melakukan tindak pidana perpajakan sistematis yang menyebabkan potensi kerugian negara mencapai Rp583,36 miliar.
Ketiga perusahaan tersebut diketahui saling terafiliasi melalui kesamaan pengurus serta pemegang saham. Kasus ini mencuat setelah analisis data mengindikasikan adanya manipulasi laporan pajak pada kurun waktu 2016 hingga 2019.
[irp]
Berdasarkan hasil penyidikan sementara, para pelaku diduga melanggar Pasal 39 ayat (1) huruf d UU KUP (Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan). Modus yang digunakan tergolong rapi untuk menghindari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), antara lain:
[irp]
Sebagai bentuk keseriusan, PPNS DJP telah melakukan tindakan penggeledahan pada 28 Januari 2026 setelah mendapatkan izin dari Pengadilan Negeri Tangerang. DJP juga telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) baik kepada Wajib Pajak maupun pihak Kejaksaan.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Rosmauli, menegaskan bahwa penegakan hukum ini dilakukan demi keadilan bagi seluruh Wajib Pajak.
[irp]
“Kami bekerja secara profesional dan objektif sesuai aturan yang berlaku. Kami juga tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah,” tegas Rosmauli. Ia pun mengimbau agar pelaku usaha melaksanakan kewajiban perpajakan secara benar, lengkap, dan jelas guna menghindari konsekuensi hukum pidana.
Editor: Rudi.