Regenerasi Petani: Tani Muda Indonesia Bali Siap Dilantik, Fokus pada Ekonomi Kerakyatan
Sinergi Densus 88 dan ICMI Badung: Perkuat Ideologi Pancasila Hadapi Ancaman Radikalisme
Foto: ICMI Orda Badung gelar Simposium Anti-Radikalisme di Puspem Badung. Fokus pada literasi digital, moderasi beragama, dan penguatan ideologi Pancasila bagi pemuda.

BADUNG, Letternews.net – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Badung mengambil langkah proaktif dalam menjaga kondusivitas daerah dengan menyelenggarakan Simposium Anti-Radikalisme dan Terorisme. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Minggu (1/3/2026).
Simposium ini menjadi sangat krusial di tengah masifnya ancaman radikalisme digital yang menyasar generasi muda melalui media sosial. Acara dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Badung, tokoh masyarakat, aparat keamanan, hingga organisasi kepemudaan masjid se-Kabupaten Badung.
Membangun Benteng Sosial Digital
Ketua Panitia, Abdullah Taib, menjelaskan bahwa forum ini dirancang sebagai “benteng sosial” bagi kaum muda. Strategi utamanya adalah meningkatkan kapasitas generasi digital native agar mampu menyaring informasi secara kritis.
Sejalan dengan itu, Ketua Umum ICMI Orwil Bali, Farida Hanum Ritonga, menegaskan bahwa Pancasila harus tetap menjadi fondasi utama. “Kewaspadaan kolektif dan sikap toleransi yang tidak memaksakan keyakinan kepada pihak lain adalah kunci menghadapi ancaman ideologi radikal,” ungkap Farida.
Perspektif Pemerintah: Bukan Sekadar Masalah Keamanan
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, S.H., dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Badan Kesbangpol Badung, Ni Made Umi Larasati, menyoroti bahwa radikalisme sering kali tumbuh dari kesalahpahaman dan lemahnya literasi.
“Pendekatan kita tidak cukup hanya penegakan hukum, tetapi harus melalui penguatan pendidikan dan karakter. Moderasi bukan berarti melemahkan keyakinan, melainkan menempatkan keyakinan dalam koridor kebangsaan dan kemanusiaan,” tegas Bupati Adi Arnawa.
Sebagai daerah wisata yang heterogen, Badung memerlukan SDM yang tidak hanya berdaya saing, tetapi juga memiliki karakter ideologi yang kuat agar tidak mudah terprovokasi ujaran kebencian di ruang digital.
Sinergi Lintas Sektor
Simposium ini juga menghadirkan unit Densus 88 Antiteror Polri untuk memaparkan strategi pencegahan di tingkat daerah. Kolaborasi ini didukung penuh oleh mitra strategis seperti Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).
Di akhir acara, ICMI Orda Badung menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan tokoh lintas agama dan pemerintah daerah guna mengintegrasikan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, demi menjaga keutuhan NKRI.
Editor: Rudi.







