Siap-Siap! Disdikpora Bali Matangkan Aturan SPMB 2026, Ini 4 Jalur yang Tersedia

 Siap-Siap! Disdikpora Bali Matangkan Aturan SPMB 2026, Ini 4 Jalur yang Tersedia

Foto: Kepala Disdikpora Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa

DENPASAR, Letternews.net – Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali mulai mematangkan teknis Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA/SMK untuk tahun ajaran 2026/2027. Langkah ini diawali dengan rapat koordinasi lintas sektoral bersama Bapenda, Dinas Sosial, Dukcapil, hingga MKKS di Denpasar, Rabu (4/3/2026).

Kepala Disdikpora Bali, Ida Bagus Gde Wesnawa, mengungkapkan sebuah terobosan penting dalam seleksi tahun ini, yakni penggunaan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai instrumen utama proses seleksi.

BACA JUGA:  Tak Ada Unsur Pidana, Polres Buleleng Setop Penyelidikan Kasus Lahan Danau Buyan

TKA Demi Kesetaraan dan Kualitas

Gde Wesnawa menjelaskan bahwa penggunaan TKA bertujuan untuk menciptakan standarisasi dan keadilan bagi seluruh calon siswa.

“Seluruhnya akan menggunakan nilai TKA supaya ada kesetaraan dan fairplay-nya. Nilai TKA ini akan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas didik anak Indonesia,” tegasnya. Selain itu, Disdikpora juga melakukan perapian titik zonasi dan verifikasi domisili secara ketat guna mencegah kecurangan.

BACA JUGA:  Polda Bali Tanam 350 Bibit Pohon

Empat Jalur Utama SPMB 2026

Sesuai regulasi, Disdikpora Bali menyiapkan empat jalur penerimaan bagi calon murid baru SMA dan SMK:

  1. Jalur Domisili: Untuk calon murid yang tinggal di wilayah penerimaan yang telah ditetapkan.

  2. Jalur Afirmasi: Khusus bagi calon murid dari keluarga ekonomi tidak mampu dan penyandang disabilitas.

  3. Jalur Prestasi: Mengakomodasi siswa dengan capaian akademik maupun non-akademik.

  4. Jalur Mutasi: Diperuntukkan bagi siswa yang pindah karena tugas orang tua, termasuk anak guru yang mendaftar di sekolah tempat orang tuanya bertugas.

BACA JUGA:  Wagub Cok Ace Ungkap Makna Tumpek Wariga Dihadapan Dua Menteri

Data Daya Tampung: Bali Surplus Kursi

Berdasarkan data proyeksi, jumlah lulusan SMP/MTs di Bali tahun ini diperkirakan sebanyak 64.021 siswa. Sementara itu, total daya tampung SMA dan SMK di Bali (baik negeri maupun swasta) mencapai 94.599 kursi.

“Secara keseluruhan, daya tampung sekolah negeri berjumlah 56.346 kursi dan swasta 38.253 kursi. Dengan jumlah lulusan 64 ribuan siswa, maka terdapat surplus daya tampung sekitar 30.578 kursi,” tutup Gde Wesnawa.

Dengan ketersediaan kursi yang melimpah, Disdikpora mengimbau orang tua siswa untuk tidak hanya terpaku pada sekolah negeri, namun juga mempertimbangkan sekolah swasta yang memiliki kualitas setara.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: