Seni Klasik Bangkit! Wali Kota Jaya Negara Tinjau Kesiapan Palegongan Waja Swara Menuju PKB XLVIII
Foto: Wali Kota Denpasar Jaya Negara pantau persiapan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara jelang PKB XLVIII 2026. Simak bangkitnya seni klasik di Wangaya Kaja!

DENPASAR, Letternews.net — Gema tabuh palegongan klasik membahana di Jaba Tengah Pura Pasek, Banjar Wangaya Kaja, Sabtu (2/5). Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, turun langsung memantau pembinaan Sekaa Palegongan Klasik Waja Swara guna memastikan kesiapan mereka sebagai Duta Kota Denpasar pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-48 tahun 2026.
Kehadiran orang nomor satu di Denpasar ini didampingi oleh jajaran legislatif, mulai dari Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, hingga anggota DPRD Provinsi Bali. Kehadiran para tokoh ini menjadi suntikan semangat bagi para seniman muda yang akan berlaga di Taman Budaya Provinsi Bali pada 13 Juni mendatang.
Menjaga Identitas Lewat Olah Rasa
Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para penabuh dan penari yang tetap setia menjaga warisan seni tradisi. Menurutnya, komitmen seniman muda adalah benteng utama pertahanan identitas budaya Bali.
“Komitmen seniman muda dalam menjaga warisan seni tradisi menjadi kekuatan penting bagi Kota Denpasar dalam mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman,” ujar Jaya Negara di sela-sela pembinaan.
Bangkitnya Palegongan Klasik Wangaya Kaja
Tim Konsultan Seni Kota Denpasar, I Nyoman Astita, menyoroti kebanggaan atas bangkitnya kembali seni palegongan di Banjar Wangaya Kaja. Ia menilai, secara struktur, “olah rasa” pada tabuh yang dibawakan sudah sangat matang.
“Tinggal bagaimana mengekspresikan pembawaan tabuh dan penampilan nanti agar bisa maksimal saat tampil di panggung PKB,” pesan Nyoman Astita kepada para anggota sekaa.
Koordinator Sekaa, I Made Kristi Artawan, menegaskan bahwa seluruh anggota kini tengah memasuki fase pematangan latihan. Fokus utama mereka adalah mengharumkan nama Kota Denpasar melalui penampilan yang memukau dan otentik pada ajang tahunan terbesar di Bali tersebut.
Editor: Rudi.







