Sebut Video Dipotong dan Bermuatan Framing Negatif, Pihak Gubernur Koster Sesalkan Sikap Ni Luh Djelantik

 Sebut Video Dipotong dan Bermuatan Framing Negatif, Pihak Gubernur Koster Sesalkan Sikap Ni Luh Djelantik

KLARIFIKASI: Tim Komunikasi Gubernur Bali menegaskan bahwa momen Gubernur Koster bersalaman dengan Ni Luh Djelantik di Art Center berlangsung di tengah tugas keprotokolan penyambutan menteri yang mendesak. Masyarakat diimbau waspada terhadap konten video yang dipotong untuk tujuan negatif.

DENPASAR, Letternews.net – Tim Komunikasi Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan respons tegas terkait beredarnya potongan video viral yang menarasikan sikap negatif Koster saat bersalaman dengan Anggota DPD RI, Ni Luh Djelantik. Peristiwa yang terjadi di kawasan Art Center, Denpasar tersebut ditegaskan sebagai hasil framing negatif melalui pemotongan durasi video.

I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati, atau yang akrab disapa Gus Wawan selaku Tim Komunikasi Gubernur Bali, membeberkan kronologi sebenarnya guna meluruskan polemik di masyarakat. Menurutnya, saat itu Gubernur Koster tengah menjalankan tugas keprotokolan sebagai tuan rumah untuk menyambut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, dalam acara Dharma Shanti Nasional, Minggu (19/4).

BACA JUGA:  Hina Hari Raya Nyepi di Instagram, WNA Asal Swiss Diciduk Polda Bali!

“Situasi di lapangan sangat formal dan tergesa-gesa. Bapak Gubernur harus bergerak cepat menuju pintu masuk utama karena rombongan Menko PMK dilaporkan sudah memasuki area venue,” jelas Gus Wawan.

Di tengah langkah cepat tersebut, Gubernur Koster berpapasan dengan rombongan Ni Luh Djelantik. Meski sedang terburu-buru, Gus Wawan menyebut Gubernur tetap menunjukkan etika dengan menyalami tangan wakil rakyat tersebut sebelum bergegas kembali menjalankan tugas penyambutan.

Gus Wawan sangat menyayangkan narasi menyesatkan yang dibangun oleh Ni Luh Djelantik di media sosial melalui video yang tidak utuh. Menurutnya, Ni Luh Djelantik sebenarnya menyaksikan langsung kondisi Gubernur yang sedang tergopoh-gopoh demi tugas kenegaraan.

BACA JUGA:  Jelang Presidensi G20 Polda Bali Perketat Pintu Masuk di kawasan BNDCC

“Sangat disayangkan secara impulsif Ibu Ni Luh Djelantik membuat penilaian bahwa Pak Gubernur tidak menghargai beliau. Tindakan membangun narasi dari video yang tidak utuh ini sangat tidak etis karena cenderung ingin menjatuhkan nama baik Gubernur Bali dan membuat gaduh masyarakat,” tegas Gus Wawan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar para figur publik, terutama wakil rakyat, untuk lebih bijak dalam bersikap dan tidak memicu kegaduhan publik yang berbau politis. Tim Komunikasi Gubernur Bali juga mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dan selektif dalam mengonsumsi informasi di platform digital agar tidak mudah terprovokasi oleh konten yang sengaja dikemas untuk menjatuhkan citra seseorang.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: