Usut Korupsi Tata Kelola Nikel, Kejagung Periksa Direktur Hingga Pegawai BUMN
Resiliensi Ekonomi Bali Era Gubernur Koster: Dari Terpukul Pandemi Menuju Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster

DENPASAR, Letternews.net – Perjalanan ekonomi Provinsi Bali sepanjang 6,5 tahun kepemimpinan Gubernur Wayan Koster (periode 2018–2023 dan berlanjut 2025 hingga September 2026) merekam rekam jejak resiliensi yang signifikan. Sempat terpuruk akibat hantaman pandemi COVID-19, perekonomian Bali kini kembali bangkit dan melaju dengan pertumbuhan yang inklusif serta berkelanjutan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, ekonomi Bali yang sempat berkontraksi hingga -9,34% pada 2020 berhasil membalih arah hingga tumbuh sebesar 5,82% pada tahun 2025. Tren positif ini terus berlanjut hingga Semester I 2026 dengan pertumbuhan mencapai 5,78% (y-on-y) pada Triwulan II 2026 dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) menembus Rp89,27 triliun.
“Angka-angka ekonomi bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari menggeliatnya aktivitas usaha, investasi, lapangan kerja, serta daya beli masyarakat Bali,” tegas pengamat pemberdayaan masyarakat, Vijay Mataram, dalam catatannya dari kaki Gunung Agung, Rabu (2/9/2026).
Tren Pertumbuhan Ekonomi Bali (2018–2026)
Pemulihan ekonomi Bali digerakkan oleh sektor administrasi pemerintahan yang tumbuh 10,99%, sektor akomodasi dan makan minum sebesar 10,25%, serta konsumsi rumah tangga yang tumbuh 5,47%.
| Periode | Pertumbuhan Ekonomi (%) | Keterangan |
| 2018 | 6,35% | Kondisi Normal |
| 2019 | 5,63% | Kondisi Normal |
| 2020 | -9,34% | Dampak Pandemi COVID-19 |
| 2021 | -2,46% | Masa Pemulihan Awal |
| 2022 | 4,84% | Bangkit & Rebound |
| 2023 | 5,71% | Pemulihan Kuat |
| 2025 | 5,82% | Pertumbuhan Stabil |
| Triwulan II 2026 | 5,78% | Kinerja Semester I |
Pariwisata Berkualitas dan Realisasi Investasi
Pariwisata tetap menjadi salah satu penggerak utama. Pada tahun 2025, Bali mencatatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 6.948.754 kunjungan, naik 9,72% dari tahun sebelumnya. Pada Juni 2026 saja, tercatat 605.013 kunjungan wisman dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 64,87%. Kunjungan didominasi oleh wisatawan asal Australia sebesar 25,90%.
Di sektor investasi, Bali berhasil menjaring realisasi modal sebesar Rp42,8 triliun pada tahun 2025. Pemerintah Provinsi Bali menekankan bahwa investasi yang masuk harus berkualitas, berwawasan lingkungan, serta memberi ruang tumbuh bagi UMKM lokal.
Indikator Kesejahteraan dan Pembangunan Manusia
Pertumbuhan ekonomi yang terakselerasi ini berdampak langsung pada perbaikan kualitas hidup masyarakat Bali:
-
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025: Mencapai 79,37 (Kategori Tinggi).
-
Tingkat Kemiskinan (Maret 2026): Turun menjadi 3,44% (turun 0,28 poin dibanding tahun sebelumnya).
-
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Berada di angka 1,45% (Nov 2025).
-
Gini Ratio: Terjaga di angka 0,333 dengan inflasi yang terkendali sebesar 3,27% (Juni 2026).
Transformasi struktur Ekonomi Kerthi Bali yang mengintegrasikan sektor hijau, digitalisasi, dan penguatan industri kreatif lokal menjadi fondasi utama agar pertumbuhan ekonomi Bali tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pemerataan manfaat bagi masyarakat lokal.
Editor: Rudi









