LetterNews
02 November 2026
20:08 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
24 October 2026 12:18 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 24 October 2026, 12:18 WITA

Rektor Unwar Prof. Pandit Resmi Raih Gelar CHEL, Diwisuda Menteri Pendidikan Tinggi dalam AERLA Angkatan I

Satu-satunya PTS Asal Bali di Ajang Bergengsi Nasional: Rektor Universitas Warmadewa Siap Akselerasi Transformasi Digital dan Kemitraan Menuju Indonesia Emas 2045

Prestasi berkelas nasional kembali diraih kampus kebanggaan Bali! Rektor Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., CHEL., resmi menyelesaikan APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I dan meraih gelar profesional CHEL (Coach for Higher Education Leaders)! Foto: Hum.

JAKARTA, Letternews.net – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika Universitas Warmadewa (Unwar). Rektor Unwar, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., CHEL., resmi menyelesaikan program kepemimpinan tingkat tinggi APTISI Executive Rector Leadership Academy (AERLA) Angkatan I dan berhak menyandang gelar profesional CHEL (Coach for Higher Education Leaders).

Prosesi wisuda kelulusan pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) terkemuka tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Program AERLA Angkatan I menjadi momen sangat bernilai strategis bagi Unwar lantaran tampil sebagai satu-satunya PTS dari Provinsi Bali yang lolos dan berpartisipasi. Kegiatan ini secara ketat hanya diikuti oleh 40 rektor PTS terakreditasi Unggul dari total 97 PTS terakreditasi Unggul di seluruh Indonesia.

Rektor Unwar, Prof. Suranaya Pandit, menyambut baik AERLA sebagai kawah candradimuka dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan, tata kelola, transformasi digital, serta daya saing riset perguruan tinggi di era perubahan cepat.

“Program ini memberikan banyak perspektif baru bagi kami sebagai pimpinan perguruan tinggi, terutama dalam menghadapi perubahan yang semakin cepat. Kepemimpinan perguruan tinggi saat ini menuntut kemampuan beradaptasi, berpikir strategis, membangun kolaborasi lintas sektor, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” ungkap Prof. Pandit di Denpasar, Sabtu (24/10/2026).

Gemblengan Tokoh Nasional: Dari Hashim Djojohadikusumo, Rocky Gerung, Hingga Jajaran Dirjen Kemendiktisaintek

Selama tiga hari intensif (21–23 Oktober 2026), para rektor terpilih mendapatkan pembekalan materi strategis dari deretan tokoh nasional, pejabat tinggi negara, serta praktisi industri:

  • Hari Pertama: Paparan Hashim Sujono Djojohadikusumo mengenai peran perguruan tinggi mendukung Visi Indonesia Emas 2045, dilanjutkan pembahasan kebijakan kemitraan Ketua Umum APTISI Prof. Dr. Ir. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.E.I., serta arahan Menteri Diktisaintek Prof. Brian Yuliarto, Ph.D.

  • Hari Kedua: Penguatan transformasi digital melalui program Internet Rakyat PT Surge, PT PLN, pandangan mantan Menristekdikti Prof. Dr. Mohammad Nasir, perspektif kritis Rocky Gerung, hingga paparan kebijakan tiga Direktur Jenderal (Dirjen) Kemendiktisaintek RI.

  • Hari Ketiga: Pembekalan Philosophy, Politics, Economics oleh Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan, arahan Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), serta Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus, sebelum ditutup dengan prosesi wisuda gelar CHEL.

Ketua Umum APTISI, Prof. Budi Djatmiko, mengonfirmasi bahwa perolehan gelar CHEL menandai kesiapan para rektor dalam memimpin transformasi akademis yang modern, adaptif, dan berintegritas.

Atas raihan ini, Prof. Suranaya Pandit berkomitmen mengimplementasikan seluruh bekal kepemimpinan AERLA guna memperkuat sistem tata kelola Unwar, mendorong inovasi pembelajaran berbasis digital, serta memperluas kemitraan strategis di kancah nasional maupun internasional.