LetterNews
02 November 2026
22:02 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
20 May 2026 12:25 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 20 May 2026, 12:25 WITA

Rayakan HUT ke-53 dan Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan se-Bali Serentak Gelar ‘Gerakan Merawat Pertiwi’ pada Tumpek Wariga

Foto: Koordinator Kegiatan Gerakan Merawat Pertiwi DPD PDI Perjuangan Bali, I Nyoman Budiutama

DENPASAR, Letternews.net – DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali bersiap menggebrak Pulau Dewata dengan aksi lingkungan masif berskala masif. Menyongsong peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 PDI Perjuangan sekaligus menyambut Bulan Bung Karno Tahun 2026, struktur partai moncong putih se-Bali dipastikan akan menggelar aksi serentak bertajuk “Gerakan Merawat Pertiwi” pada Sabtu, 23 Mei 2026 mendatang.

Istimewanya, aksi kolosal ini sengaja dijadwalkan bertepatan dengan Rahina Tumpek Wariga. Momentum hari suci umat Hindu ini secara filosofis dimaknai sebagai hari pemuliaan tumbuh-tumbuhan guna menjaga keharmonisan alam semesta.

Kepada awak media, Rabu (20/5/2026), Koordinator Kegiatan Gerakan Merawat Pertiwi DPD PDI Perjuangan Bali, I Nyoman Budiutama dan Ni Made Usmantari, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar seremonial politik belaka. Aksi ini merupakan peleburan dari gerakan ekologis, kebudayaan, sekaligus penegasan garis ideologi partai dalam melindungi bumi sebagai sumber kehidupan rakyat.

[irp]

Sinergi Gotong Royong Rakyat dan Visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’

Pusat komando pelaksanaan kegiatan tingkat Provinsi Bali akan dipusatkan di Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung. Aksi langsung dipimpin oleh jajaran elite DPD PDI Perjuangan Bali dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat.

“Kegiatan merawat alam ini akan dihadiri langsung oleh kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas pencinta lingkungan, kelompok tani, nelayan, hingga masyarakat umum. Ini wujud nyata gotong royong rakyat Bali dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup,” terang Budiutama.

Secara strategis, Gerakan Merawat Pertiwi ini mengakar kuat pada visi pembangunan daerah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Nilai filosofis ini menempatkan alam Bali sebagai ruang sakral yang wajib dijaga kesucian serta keseimbangannya, baik secara sekala (skala nyata) maupun niskala (ranah spiritual).

Melalui kombinasi aksi nyata—mulai dari penghijauan, pembersihan pesisir, pelestarian mata air, hingga pelepasan satwa—partai berupaya memitigasi dampak pencemaran sekaligus memperkuat ketahanan ekologis pulau.

[irp]

Manifestasi Ideologi Megawati Soekarnoputri: Menolak Mental Eksploitatif

Lebih lanjut, Ni Made Usmantari menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan instruksi dan implementasi langsung dari gagasan Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri. Megawati secara konsisten menggariskan isu lingkungan hidup sebagai pilar penting perjuangan politik nasionalisme.

“Bagi Ibu Megawati Soekarnoputri, merawat bumi adalah kewajiban moral kolektif seluruh rakyat, bukan sekadar tugas pemerintah. Beliau selalu menekankan agar manusia membuang jauh-jauh mentalitas eksploitatif terhadap alam. Alam harus dihormati sebagai hulu peradaban,” papar Usmantari.

[irp]

Peta Distribusi Aksi Ekologis PDI Perjuangan di 9 Kabupaten/Kota se-Bali

Untuk memastikan dampak yang merata, bentuk kegiatan di setiap wilayah sengaja disesuaikan dengan karakteristik riil ekosistem setempat:

  • Kabupaten Badung (Pusat Provinsi): Dipusatkan di Pantai Telaga Waja, Tanjung Benoa dengan aksi bersih pantai, penanaman mangrove, serta pelepasan burung dan tukik bersama 300 lebih peserta.

  • Kabupaten Klungkung: Melibatkan 500 peserta di kawasan Pura Watu Klotok untuk aksi bersih pantai, penanaman pohon cempaka, serta pelepasan burung kitiran dan tukik.

  • Kabupaten Karangasem: Fokus pada konservasi air di sumber mata air Telaga Tista melalui penanaman kelapa entog, sandat, cempaka, serta pelepasan ikan dan burung perkutut.

  • Kabupaten Tabanan: Bergerak di Bendungan Telaga Tunjung, Desa Timpag dengan menanam pohon produktif/upakara (kelapa upakara, sukun, durian, alpukat, tabebuya) dan restoking bibit ikan.

  • Kabupaten Jembrana: Berpusat di kawasan hutan mangrove Tibu Kleneng, Perancak melalui penanaman pohon sukun, mangga, kelapa genjah, dan pelepasan tukik.

  • Kota Denpasar: Aksi bersih-bersih dan penanaman pohon cemara, ketapang, serta mangrove di Pantai Sidakarya.

  • Kabupaten Bangli: Penghijauan kawasan kritis di Hutan Suter, Kintamani dengan menanam beringin, nangka, dan cempaka, serta penyebaran bibit ikan di Danau Batur.

  • Kabupaten Buleleng: Aksi konservasi bahari di Teluk Bangsal, Desa Sumberkima, Gerokgak lewat penanaman mangrove dan pelepasan tukik.

  • Kabupaten Gianyar: Penanaman kelapa daksina dan kelapa rangda di Desa Kerta, Payangan, dilanjutkan pelepasan tukik di Pantai Saba.

[irp]

Melalui rantai aksi yang terintegrasi ini, PDI Perjuangan Bali berharap dapat menumbuhkan kultur cinta lingkungan yang berkelanjutan, terutama bagi generasi muda demi menjaga warisan alam Bali ke depan.

Editor: Rudi.