
DENPASAR, Letternews.net – Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Bali menggelar audiensi kemitraan strategis bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali di Kantor BKSDA Bali, Denpasar, Kamis (22/10/2026).
Pertemuan hangat tersebut diterima langsung oleh Koordinator Penyuluh BKSDA Bali, Raynaldi Prasti Siga. Audiensi ini memfokuskan pembahasan pada penguatan pelestarian hutan, perlindungan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL), aksi reboisasi, hingga konservasi tata wana melalui revitalisasi Satuan Karya Pramuka (Saka) Wanabakti Kwarda Bali.
Dalam audiensi tersebut, disepakati sejumlah langkah konkret untuk memperkokoh kelembagaan dan efektivitas pembinaan keahlian kehutanan bagi anggota Pramuka di Bali:
Restrukturisasi Mabi & Pimpinan Saka Wanabakti: Penyesuaian dan pengukuhan kembali susunan Majelis Pembimbing (Mabi) Saka Wanabakti Tingkat Daerah yang diketuai oleh Kepala BKSDA Bali, didampingi jajaran.
Integrasi Program Konservasi & Edukasi Kehutanan: Menyinergikan program strategis BKSDA Bali seperti pengelolaan Kawasan Suaka Alam (KSA), Kawasan Pelestarian Alam (KPA), perlindungan satwa endemik Jalak Bali, hingga pemulihan ekosistem mangrove dan hutan ke dalam kurikulum pembinaan karakter Pramuka Penegak dan Pandega se-Bali.
Penunjukan Pamong & Instruktur Kejuruan: Penugasan jajaran teknis BKSDA Bali yang meliputi Polisi Kehutanan (Polhut), Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), dan Penyuluh Kehutanan sebagai Pamong serta Instruktur Kejuruan Saka Wanabakti di tingkat Daerah (Kwarda) maupun Cabang (Kwarcab).
Sekretaris Bidang SAKOMA Kwarda Bali, Rudianto, menjelaskan bahwa pertemuan kemitraan bersama BKSDA Bali ini merupakan bagian integral dari Rangkaian Audiensi Kemitraan Satuan Karya (Saka) serta Monitoring & Evaluasi (Monev) Terpadu Bidang SAKOMA Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung marathon sejak 12 Oktober hingga 1 November 2026.
Rudianto menegaskan bahwa Satuan Karya Pramuka memegang peranan yang sangat vital dan strategis sebagai wadah terdepan pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega dalam mengasah pengetahuan, keterampilan teknis kejuruan, serta pengalaman praktis di lapangan.
“Guna mengoptimalkan peran Saka sebagai sarana persiapan karier generasi muda sekaligus wujud nyata pengabdian masyarakat, diperlukan kolaborasi yang solid dan berkesinambungan antara Kwarda Bali, Kwarcab se-Bali, serta Instansi, Dinas, dan Lembaga Pengampu di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota,” tegas Rudianto.
Melalui penguatan kemitraan bersama BKSDA Bali, Saka Wanabakti Kwarda Bali diharapkan mampu melahirkan kader-kader muda penderek konservasi yang tidak hanya mencintai lingkungan, tetapi juga memiliki keahlian teruji dalam menjaga keasrian hutan dan ekosistem alam Bali secara berkelanjutan.