LetterNews
03 November 2026
02:13 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
05 September 2026 20:32 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 05 September 2026, 20:32 WITA

Peringati Tumpek Uye, Wali Kota Jaya Negara Gelar Bhakti Pitenget serta Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis di Denpasar

Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye (Tumpek Kandang) yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9/2026).

DENPASAR, Letternews.net – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menghadiri persembahyangan bersama dalam rangka Pitenget Rahina Tumpek Uye (Tumpek Kandang) yang dipusatkan di kawasan Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Sabtu (5/9/2026).

Perayaan yang jatuh pada hari Saniscara Kliwon, Wuku Uye tersebut menjadi momentum suci bagi umat Hindu di Bali untuk memuliakan serta menghormati keberadaan satwa sebagai sesama ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Mengusung konsep Tri Hita Karana, peringatan Tumpek Uye kali ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan, tetapi juga diimplementasikan secara nyata melalui pelayanan vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan peliharaan gratis bagi masyarakat.

“Melalui Tumpek Uye, kita diingatkan untuk menghormati dan menyayangi seluruh makhluk ciptaan Tuhan. Vaksinasi rabies gratis yang dilaksanakan hari ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan hewan, sekaligus bagian dari upaya bersama dalam mencegah penyebaran rabies di Kota Denpasar,” ujar Wali Kota Jaya Negara.

[irp]

Implementasi Ajaran Danu Kerthi: Dari Prosesi Otonan Satwa Hingga Pelayanan Medis

Rangkaian peringatan diawali dengan persembahyangan bersama jajaran Pemkot Denpasar dan warga. Setelah itu, dilanjutkan dengan prosesi otonan (ritual penyucian) bagi hewan peliharaan seperti anjing dan kucing yang dibawa oleh warga.

Usai mendapat pemberkatan adat, hewan-hewan tersebut langsung memperoleh layanan medis gratis di area jaba Pura Agung Jagatnatha, meliputi:

  • Vaksinasi Rabies Gratis: Membentengi satwa peliharaan dari potensi penularan virus rabies.

  • Sterilisasi Hewan Peliharaan: Mengontrol populasi satwa secara humanis sesuai prosedur teknis medis.

Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menambahkan bahwa meski pelayanan kesehatan satwa dilakukan secara rutin oleh Pemkot Denpasar, perhelatan kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum spiritual daerah.

“Hari ini menjadi spesial karena bertepatan dengan Rahina Tumpek Uye, sehingga kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari semangat memuliakan hewan,” jelas Eddy Mulya.

[irp]

Maksud Filosofis: Menyelaraskan Bhuwana Agung dan Bhuwana Alit

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar, Putu Agus Jayadi, menerangkan bahwa pemaknaan Tumpek Uye mencakup aspek mikro dan makro.

“Makna Tumpek Uye sangat luas. Selain memuliakan hewan sebagai bagian dari Bhuwana Agung (alam semesta), momen ini adalah sarana penyucian Bhuwana Alit (diri manusia) dari sifat-sifat kebinatangan. Kita diajak menjaga keseimbangan dan keharmonisan antara manusia, alam, serta seluruh makhluk hidup,” tegas Agus Jayadi.

Pemerintah Kota Denpasar berharap momentum ini terus meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab demi menciptakan lingkungan kota yang aman, sehat, dan harmonis.

Editor: Rudi