Pererat Persatuan, Kesbangpol Bali Akan Kumpulkan Tokoh Lintas Etnis untuk Pembentukan Pengurus FPK 2026

 Pererat Persatuan, Kesbangpol Bali Akan Kumpulkan Tokoh Lintas Etnis untuk Pembentukan Pengurus FPK 2026

Foto: Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bali, I Komang Kusuma Edi

DENPASAR, Letternews.net – Dalam upaya memperkokoh semangat persatuan dan menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat di Pulau Dewata, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali resmi memulai langkah pembentukan kepengurusan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Bali periode terbaru.

Acara yang akan berlangsung pada Selasa (13/01/2026) ini menghadirkan jajaran tokoh kunci dari berbagai paguyuban etnis, suku, dan budaya yang ada di Bali. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi para “pentolan” tokoh masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan sosial di Bali.

BACA JUGA:  Walikota Jaya Negara Serahkan Bantuan 18 Rumah Layak Huni di Denpasar: RLH Dirancang Multifungsi untuk Tunjang Ekonomi Keluarga Kurang Mampu

FPK Sebagai Pilar Harmoni Bali

Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Kesbangpol Bali, I Komang Kusuma Edi, menyatakan bahwa pembentukan kepengurusan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan proses pembauran kebangsaan berjalan secara masif dan terstruktur.

“Bali adalah jendela dunia. Keberagaman yang kita miliki harus dikelola dengan baik melalui komunikasi intensif antar-tokoh. FPK hadir sebagai wadah untuk meminimalisir potensi konflik dan mempererat rasa persaudaraan sebagai satu bangsa,” ujar I Komang Kusuma Edi di sela-sela acara. Jumat,10 Januari 2026

BACA JUGA:  HUT Ke-8 Prodi Magister Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana UHN Sugriwa Berbagi

Kumpulkan Tokoh dan Pentolan Etnis

Pertemuan ini melibatkan berbagai perwakilan dari forum-forum etnis nusantara yang menetap di Bali. Fokus utama dari pembentukan pengurus kali ini adalah untuk menciptakan program kerja yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menyentuh akar rumput.

Beberapa poin utama yang dibahas dalam pembentukan kepengurusan FPK Bali 2026 meliputi:

  • Integrasi Budaya: Mendorong kolaborasi seni dan budaya antar-etnis di Bali.

  • Deteksi Dini: Peran tokoh dalam memitigasi isu intoleransi di lingkungan masing-masing.

  • Karakter Bangsa: Menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi generasi muda melalui forum lintas budaya.

BACA JUGA:  10 Sekehe Baleganjur Ngarap Getarkan Panggung Kasanga Festival

Target Kepengurusan Baru

I Komang Kusuma Edi berharap, dengan segera terbentuknya struktur kepengurusan yang definitif, FPK Bali dapat langsung bekerja memberikan rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah terkait isu-isu kebangsaan.

“Kami ingin para tokoh yang terpilih nanti adalah mereka yang memiliki integritas dan mampu merangkul semua golongan. Bali harus tetap menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal toleransi dan pembauran,” tutupnya.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: