LetterNews
03 November 2026
12:38 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
02 July 2026 19:13 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 02 July 2026, 19:13 WITA

Panggung Ardha Candra PKB Membara: Duel Estetika Magis Duta Bangli dan Denpasar Pukau Gubernur Koster

Foto: Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., bersama tim kurator PKB.

DENPASAR, Letternews.net – Ribuan pasang mata pencinta seni memadati tribun Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar. Mereka menyaksikan malam pementasan Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII. Dua kekuatan seni besar, yakni Duta Kabupaten Bangli dan Duta Kota Denpasar, beradu kreativitas menyajikan karya monumental yang memadukan kekuatan tradisi, spiritualitas tinggi, dan dinamika modern, Rabu (1/7/2026) malam.

Aura magis pertunjukan ini disaksikan langsung oleh Gubernur Bali, Dr. Ir. Wayan Koster, M.M., bersama tim kurator PKB. Kehadiran pemimpin nomor satu di Bali ini disambut antusias oleh para penonton dan seniman yang berebut mengabadikan momen foto bersama di sela-sela pergantian sesion pementasan.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi tinggi atas tingginya kualitas garapan kedua duta daerah. Menurutnya, panggung Gong Kebyar Dewasa malam itu membuktikan bahwa PKB bukan sekadar ajang tontonan estetika. Ajang tahunan ini merupakan benteng pelestarian nilai spiritual dan identitas kultural Bali Aga maupun Bali Dataran yang diwariskan lintas generasi.

[irp]

Duta Bangli Hadirkan Magis Tari Ratu Kebasan dan Ritus ‘Merujaklalang’

Duta Kabupaten Bangli yang diwakili oleh Sekaa Gong Tirta Nirmala Ulundanu Batur, Desa Adat Songan, Kecamatan Kintamani, tampil memukau berkolaborasi dengan Duta Pendamping dari Sanggar Seni Semara Budaya, Banjar Badak Sari, Desa Sumerta Klod, Denpasar Timur.

Sebagai hidangan pembuka, Bangli mementaskan Tari Ratu Kebasan, sebuah garapan tari sakral yang diangkat dari tradisi spiritual Desa Songan. Tarian ini memvisualisasikan perjalanan batin manusia menuju penyucian diri. Alur koreografinya diawali dengan gerak tenang bernuansa kontemplatif, yang perlahan-lahan bertransformasi menjadi hentakan bertenaga penuh energi magis saat memasuki fase kerauhan (intoksikasi spiritual/kesurupan massal).

Tak kalah menggetarkan penonton, pada babak pamungkas Bangli mempersembahkan rekonstruksi artistik ritus kematian Bali Aga lewat garapan Merujaklalang. Garapan ini merepresentasikan ritual perebutan rumput ilalang dalam rangkaian upacara pengabenan adat Songan. Melalui tata gerak maskulin yang tegas serta ritme dramatis instrumen gong kebyar, esensi perebutan “rujak” diterjemahkan sebagai simbolisasi penghancuran ego jasmani menuju keikhlasan melepas jiwa ke alam keabadian.

[irp]

Duta Kota Denpasar Pukau Penonton Lewat Klasik ‘Banda Yowana’ dan Teologi ‘Tamtam’

Di sisi lain panggung, Duta Kota Denpasar merespons lewat sajian pembuka klasik Tari Banda Yowana. Karya tari kreasi yang lahir pada tahun 1987 ini mengisahkan kekompakan, persaudaraan, dan ikatan organisasi kepemudaan (Yowana). Komposisi geraknya yang serempak, dinamis, dan enerjik menyerap sumber inspirasi utama dari estetika Tari Bangdu kuno. Tarian ini sekaligus menjadi cerminan nyata solidaritas generasi muda kota dalam menjaga pakem warisan leluhur.

Sebagai pamungkas yang spektakuler, Denpasar mementaskan Fragmentari Tamtam. Sebuah epos spiritual yang mengangkat jalinan reinkarnasi dua atma, yakni Gina dan Gidul. Gidul menitis menjadi Tamtam—murid pengembara suci dari tokoh legendaris Aji Saka asal Pulau Jawa—sementara Gina menitis menjadi Dewi Aryeswara di Kerajaan Mesir.

Alur dramatis fragmentari ini menyajikan titik temu sayembara yang berujung pada sinkretisme luhur penyatuan nilai-nilai Siwa-Buddha. Melalui pesan filosofis dharma, karya monumental Denpasar ini menegaskan kesimpulan esensial bahwa kehidupan fana manusia pada akhirnya merupakan jembatan penyucian diri demi menggapai pelepasan tertinggi menuju swargaloka.

Editor: Rudi