LetterNews
04 November 2026
19:42 WITA
BREAKING Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Disorot, Mahfud MD Ingatkan Potensi Jeratan Pasal Makar Hingga Ancaman Hukuman Mati
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
22 August 2026 08:58 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 22 August 2026, 08:58 WITA

Olah Sampah Dapur Jadi Eco-Enzyme, Mahasiswa KKN Warmadewa Ajak Ibu PKK Desa Tusan Kelola Limbah Rumah Tangga

Foto: Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN PMM) Universitas Warmadewa menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme bersama Ibu PKK Dusun Kaler, Desa Tusan, Kabupaten Klungkung.

KLUNGKUNG, Letternews.net – Sampah organik rumah tangga kini tak lagi harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Berupaya menekan volume limbah dari sumbernya, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (KKN PMM) Universitas Warmadewa menggelar sosialisasi dan praktik pembuatan eco-enzyme bersama Ibu PKK Dusun Kaler, Desa Tusan, Kabupaten Klungkung.

Kegiatan yang berlangsung interaktif di Pesandekan Pura Ketekan Aji Dusun Kaler ini diikuti oleh sekitar 50 anggota PKK. Program edukasi lingkungan ini dihadirkan guna membangun kebiasaan pemilahan sampah organik sejak dari dapur rumah tangga.

“Pengelolaan sampah paling efektif dimulai dari langkah sederhana di lingkungan rumah tangga. Dengan memilah sisa buah dan sayuran, warga bisa mengubah limbah dapur menjadi cairan berdaya guna tinggi,” ujar Ketua Eco Enzyme Nusantara Bali, Ir. Hj. Ketut Rawi Adnyani, Sabtu (22/8/2026).

[irp]

Praktik Langsung dan Pemanfaatan Bahan Ramah Lingkungan

Untuk memberikan pemahaman komprehensif, mahasiswa KKN Warmadewa menggandeng tim Eco Enzyme Nusantara Bali yang menghadirkan narasumber pakar, yakni Ir. Hj. Ketut Rawi Adnyani, Dian Sulistyani, dan Anak Agung Gede Agung.

Berikut poin-poin penting pembuatan dan manfaat eco-enzyme bagi rumah tangga:

  • Bahan Baku yang Mudah Didapat: Formulasi cairan memanfaatkan fermentasi sampah organik (kulit buah dan sisa sayur) yang dicampur air serta pilihan gula seperti molase, gula aren, gula merah, hingga gula pasir.

[irp]

  • Penggunaan Air Fleksibel: Proses pembuatannya dapat memanfaatkan berbagai sumber air bersih, mulai dari air PAM, air galon, air sumur, hingga air buangan AC dan air hujan.

  • Ragam Manfaat: Selain sebagai pembersih alami dan pupuk tanaman, cairan hasil fermentasi ini juga dapat dimanfaatkan untuk membantu perawatan luka ringan serta menjaga kesehatan keluarga.

Pada akhir sesi, tim narasumber membagikan sampel cairan eco-enzyme secara gratis kepada seluruh peserta. Lewat kolaborasi ini, warga Desa Tusan diharapkan mampu konsisten memilah sampah organik secara mandiri demi mewujudkan lingkungan desa yang bersih dan berkelanjutan.

Editor: Rudi