
DENPASAR, Letternews.net – Pelaksanaan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) dalam ajang Lomba Lintas Keterampilan Pramuka (LLKP) “Galang Saraswati Challenge 2026” di SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar, Minggu (1/3/2026), menjadi momentum krusial bagi evaluasi pembinaan Pramuka di Bali.
I Gede Wirawan, S.H., M.H., C.PS., C.LS., salah satu pelatih dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Gerakan Pramuka Tingkat Daerah (Pusdiklatda) Kwarda Bali yang bertindak sebagai juri, menegaskan bahwa peran juri dalam lomba ini bukan sekadar menjalankan tugas formal, melainkan wujud pengabdian menjaga marwah pembinaan.
[irp]
Menurut Gede Wirawan, setiap langkah tegap dan aba-aba yang dikumandangkan peserta mengandung nilai ketegasan, disiplin, dan kepemimpinan. Ia menekankan bahwa melalui penilaian ini, para pembina sesungguhnya sedang bercermin untuk mengukur kapasitas diri.
“Kami hadir bukan hanya untuk menilai, tetapi untuk memperbaiki. Bukan hanya memberi angka, tetapi memberi arah. Sebab kualitas peserta didik hari ini adalah cerminan kualitas pembina yang membentuknya,” tegas sosok praktisi hukum dan pelatih Pramuka tersebut.
[irp]
Gede Wirawan merincikan bahwa kompetisi ini memiliki target yang lebih luas dari sekadar mencari pemenang, yakni:
[irp]
Integritas penilaian dalam Galang Saraswati Challenge 2026 dijaga ketat oleh tim juri berkompeten yang terdiri dari:
Ketiganya memastikan setiap gerakan peserta dinilai dengan standar tertinggi Gerakan Pramuka. “Pengabdian adalah kehormatan, evaluasi adalah kebutuhan, dan peningkatan kualitas adalah kewajiban,” pungkas Gede Wirawan menutup arahannya.
Editor: Rudi.