
DENPASAR, Letternews.net – Kawasan wisata Sanur kini tengah menjadi primadona baru yang sangat diminati oleh wisatawan mancanegara. Memasuki periode musim ramai kunjungan (peak season) pada bulan Juli 2026 ini, tingkat hunian rata-rata (occupancy rate) akomodasi wisata di kawasan Sanur melesat tinggi, bahkan menyentuh angka di atas 80 hingga 90 persen.
Tren positif ini diakui langsung oleh General Manager (GM) Sanur Resort Watu Jimbar, Ida Bagus Gede Cendra Setiawan, saat ditemui oleh redaksi Letternews.net, Rabu (15/7/2026).
“Untuk periode belakangan ini, karena kita sedang menuju peak period, rata-rata tingkat hunian hotel kompetitor di Sanur sudah berada di atas 80 persen. Sementara untuk Sanur Resort Watu Jimbar sendiri, di bulan Juli ini okupansi kami sudah menembus angka 90 persen,” ujar pria yang akrab disapa IB Cendra tersebut.
Pencapaian ini melanjutkan tren gemilang bulan sebelumnya, di mana hotel yang berlokasi strategis di Jalan Danau Tamblingan tersebut sukses menutup bulan Juni dengan persentase penutupan (closing rate) di angka 86 persen.
[irp]
IB Candra mengamati adanya pergeseran (shifting) tren destinasi dari para pelancong, khususnya wisatawan asal Australia. Jika sebelumnya kawasan Kuta, Legian, dan Seminyak menjadi pusat konsentrasi utama turis, kini mereka mulai beralih memilih ketenangan yang ditawarkan Sanur.
“Sanur sekarang ini sedang sangat diminati (hype). Banyak wisatawan Australia yang mulai berpindah dari Legian, Seminyak, dan Kuta ke arah Sanur. Dulu mungkin kawasan ini kurang dilirik, namun sekarang justru menjadi pondasi daya tarik utama,” jelasnya.
Menurutnya, faktor pendukung utama yang memicu peralihan ini adalah masifnya peningkatan fasilitas publik yang dilakukan pemerintah daerah. Penataan jalur pedestrian yang rapi serta penertiban parkir liar di sepanjang jalan utama dinilai sukses mengubah Sanur menjadi destinasi yang sangat ramah pejalan kaki.
“Meskipun ada kepadatan lalu lintas di jam-jam tertentu, kondisinya jauh lebih bersahabat dibandingkan dengan kemacetan di Kuta, Ubud, atau Seminyak. Banyak tamu kami yang datang dari kawasan tersebut merasa lebih nyaman dengan kondisi lalu lintas di Sanur,” tambahnya.
Hal ini juga memicu tingginya minat para investor baru yang mulai melirik Sanur untuk menggarap proyek pariwisata yang mengusung konsep ramah lingkungan (sustainable) dan energi terbarukan.
[irp]
Menyikapi persaingan sehat di Sanur, Sanur Resort Watu Jimbar mengandalkan sejumlah keunggulan kompetitif. Selain memiliki kapasitas kamar yang besar sebanyak 136 kamar, resor ini juga dilengkapi dengan fasilitas kolam renang yang luas dan ikonik.
“Lokasi kami berada tepat di tengah pusat aktivitas Sanur. Akses ke mal Icon Bali maupun ke area pantai hanya memerlukan waktu 5 menit berjalan kaki. Kami juga memanjakan tamu dengan fasilitas layanan antar menggunakan buggy gratis ke Icon Bali dan pantai,” papar IB Cendra.
Selain itu, pihak hotel menyediakan area khusus (beachfront corner) berkapasitas 30 kursi berjemur (sun lounger) di tepi pantai bagi para tamu yang ingin menikmati eksotisnya pemandangan matahari terbit khas Sanur.
Editor: Rudi