LetterNews
03 November 2026
04:28 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
12 March 2026 08:55 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 12 March 2026, 08:55 WITA

Mandiri Lewat Gunting dan Kuas: FK PUSPA Denpasar Dorong Kaum Perempuan Mahir Berhias Diri

Foto: Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa hadiri pelatihan sanggul dan tata rias di Desa Penatih Dangri. Upaya FK PUSPA Denpasar perkuat ekonomi keluarga melalui keterampilan perempuan.

DENPASAR, Letternews.net – Kaum perempuan di Desa Penatih Dangin Puri kini memiliki bekal baru untuk meningkatkan kemandirian ekonomi. Melalui Forum Komunikasi Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Kota Denpasar, para ibu rumah tangga dan remaja putri diberikan pelatihan intensif sanggul dan tata rias (make up) di Kantor Desa Penatih Dangin Puri, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini merupakan buah kolaborasi apik antara Dinas Sosial P3A Provinsi Bali dengan Forum PUSPA Provinsi Bali dan Kota Denpasar. Ketua FK PUSPA Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, hadir langsung untuk memberikan motivasi kepada para peserta.

[irp]

Wahana Kemandirian Ekonomi

Dalam sambutannya, Ny. Ayu Kristi menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Ia menyebutkan bahwa Denpasar menjadi fokus utama pelatihan ini karena semangat kaum perempuannya yang tinggi dalam belajar.

“Ini adalah kali kedua pelatihan serupa digelar di Denpasar setelah sebelumnya di Kelurahan Sanur. Kami berharap para peserta tidak hanya mahir berdandan, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru untuk membantu ekonomi keluarga,” ujar istri Wakil Wali Kota Denpasar ini.

Menurutnya, keterampilan menata sanggul dan rias wajah sangat relevan dengan kebutuhan sosial di Bali. Dengan menguasai teknik ini, perempuan dapat berperan lebih aktif dalam kegiatan adat maupun profesional.

[irp]

Menyasar Kelompok Rentan

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Hak Perempuan Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Ni Nyoman Cahaya Wati, menjelaskan bahwa program tahun 2026 ini menyasar perempuan yang tergolong rentan secara ekonomi.

“Target kami adalah memberikan bekal nyata. Di Denpasar sendiri, total ada 40 peserta yang telah kami latih tahun ini. Keterampilan ini sangat aplikatif, baik untuk keperluan pribadi di lingkungan adat maupun sebagai jasa profesional,” jelasnya.

[irp]

Hemat Biaya Upacara Adat

Manfaat praktis dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Gusti Putu Ayu Shintya Aryadewi. Ia mengaku sangat terbantu karena padatnya jadwal upacara adat di Bali seringkali mengharuskan perempuan untuk berpenampilan rapi.

“Terima kasih FK PUSPA. Dengan pelatihan ini, sekarang kami bisa pasang sanggul dan make up sendiri. Tidak perlu lagi ke salon dan mengeluarkan biaya tambahan setiap ada acara adat, jadi lebih hemat,” ungkapnya dengan syukur.

Editor: Rudi.