Misteri Kematian Anak di Ngronggo Kediri, Jenazah Dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk Visum
Wujudkan WTP Berkualitas, Gubernur Koster Ajak BPKP Bali Kawal Proyek Strategis Subway dan Shortcut
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster resmi kukuhkan Tri Wibowo Aji sebagai Kepala BPKP Bali. Fokus pada penguatan tata kelola, infrastruktur subway, hingga optimalisasi pungutan wisman.

DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, resmi mengukuhkan Tri Wibowo Aji, Ak., M.Si. sebagai Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bali, Kamis (19/2/2026). Bertempat di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, prosesi ini menandai babak baru sinergi pengawasan anggaran di Pulau Dewata.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya, Heru Tarsila, atas dedikasinya dalam memberikan masukan strategis terkait tata kelola pemerintahan selama ini.
5 Fokus Utama dan Pengawalan Target Nasional
Deputi Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah, Setya Nugraha, yang hadir langsung dalam acara tersebut, menegaskan bahwa BPKP Bali memiliki lima fokus utama: penguatan tata kelola, pencegahan kecurangan, manajemen risiko (early warning system), akuntabilitas pembangunan, serta peningkatan kapabilitas APIP.
“Kehadiran BPKP juga sebagai auditor Presiden untuk mengawal target pembangunan nasional di daerah. Kami siap melakukan audit investigatif hingga pemberian keterangan ahli jika ditemukan pelanggaran hukum,” tegas Setya Nugraha.
Sorotan Terhadap Pariwisata: Target Pungutan Wisman Rp1 Triliun
Setya Nugraha secara khusus menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membenahi sektor pariwisata. Ia mendorong BPKP dan Pemprov Bali untuk memerangi akomodasi hotel atau villa tak berizin serta mengoptimalkan Pungutan Wisatawan Asing.
“Jika kita gaskan pungutan ini dengan tertib, target Rp1 triliun bisa tercapai. Tanpa kolaborasi, sulit memajukan Bali,” tambahnya. Ia juga mengingatkan bahwa opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) bukan jaminan mutlak anggaran sudah efisien, sehingga pengawasan terhadap sektor ketahanan pangan, stunting, dan UMKM harus diperketat.
Infrastruktur Subway dan Kontribusi Devisa Bali
Merespons tantangan kemacetan dan perilaku oknum wisman, Gubernur Koster memaparkan langkah besar pemerintah melalui pembangunan infrastruktur terkoneksi. Ia menekankan pentingnya dukungan APBN, mengingat kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata nasional sangat signifikan, yakni mencapai Rp167 triliun (53%) pada tahun 2024.
“Tahun ini, selain shortcut dan jalan baru, kami sedang merancang proyek Subway. Jalur ini akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai, Central Parkir Kuta, hingga Canggu,” jelas Koster. Proyek yang dikerjakan pihak ketiga ini menjadi bagian dari Haluan Pembangunan 100 Tahun Bali Era Baru (2025-2125).
Gubernur Koster juga menyepakati bahwa opini WTP yang diraih Bali haruslah berkualitas secara substansi, bukan sekadar administrasi. “Kalau ada yang sakit, bilang sakit agar bisa diobati. Prosesnya harus diperketat agar semua berjalan sesuai relnya,” pungkas Koster.
Editor: Rudi.







