
DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima kunjungan kerja strategis Komisi V DPR RI di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Kamis (12/2/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial bagi Bali untuk mengamankan dukungan anggaran pusat guna menjawab tantangan kemacetan, ketimpangan wilayah, dan kebutuhan infrastruktur logistik yang mendesak.
Di hadapan delegasi yang membidangi infrastruktur dan transportasi tersebut, Gubernur Koster memaparkan rapor hijau pembangunan Bali tahun 2025. Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,82 persen (di atas nasional 5,11%), dengan tingkat kemiskinan 3,42 persen yang merupakan terendah di Indonesia.
[irp]
Meski menunjukkan tren positif, Gubernur Koster menegaskan bahwa Bali tengah berpacu dengan waktu dalam menangani persoalan akut. Kemacetan, keterbatasan air bersih, hingga kesenjangan ekonomi antara wilayah Bali Selatan (Sarbagita) dengan Bali Utara dan Timur menjadi perhatian utama.
Untuk itu, Pemprov Bali menyodorkan sejumlah usulan program strategis kepada DPR RI, di antaranya:
[irp]
Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, memberikan respons positif terhadap paparan tersebut. Ia menegaskan bahwa Bali tidak bisa dibangun dengan pendekatan standar atau “normal”. Menurutnya, Bali sebagai ikon pariwisata dunia membutuhkan sentuhan pembangunan yang khusus dan komprehensif.
“Bali sudah menyumbang banyak sekali bagi pusat (devisa). Maka Bali harus dibangun secara khusus. Negara harus hadir membantu Pemerintah Provinsi Bali dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang selaras dengan budaya,” tegas Lasarus.
Ia juga menambahkan bahwa percepatan ini penting agar Bali tetap kompetitif dibandingkan destinasi negara tetangga seperti Malaysia, dengan tetap mempertahankan keunikan yang membuatnya ikonik.
[irp]
Pertemuan ini juga melibatkan pemaparan teknis dari:
[irp]
Gubernur Koster menutup pertemuan dengan menekankan bahwa pembangunan Bali bukan sekadar soal beton dan aspal, melainkan menjaga keseimbangan antara alam, manusia, dan kebudayaan sebagai pusat peradaban.
Editor: Rudi.