Demo di Depan DPR Memakan Korban, Ojek Online Tewas di Tengah Kericuhan
Lilin Aromaterapi, Inovasi Wangi Cempaka dari Ibu PKK Sibanggede Bersama Mahasiswa KKN Fakultas Farmasi Unmas Denpasar

Foto: Pelaksanaan Program Kerja Lilin Aromaterapi.
Denpasar, Letternews.net — Pohon cempaka tumbuh hampir di setiap pekarangan rumah warga di desa Sibang Gede, sehingga warga akan memetik kemudian menjual bunga-bunga tersebut ke pasar, diolah menjadi bahan dasar minyak wangi, atau digunakan dalam berbagai keperluan lainnya. Seiring perkembangan waktu, ketertarikan masyarakat terhadap bunga cempaka mengalami penurunan. Sesuai salah satu misi desa yang berbunyi “Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, termasuk sektor pertanian, budaya, dan kesehatan masyarakat.” Sebagai upaya meningkatkan nilai tambah dan keberlanjutan ekonomi masyarakat, Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar menginisiasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sibanggede, Kabupaten Badung, dengan fokus pada pemberdayaan Ibu-ibu PKK. Program ini memanfaatkan potensi lokal berupa bunga cempaka (Michelia champaca) yang selama ini banyak digunakan untuk keperluan adat, namun jarang diolah menjadi produk bernilai tambah. Melalui kegiatan KKN ini, para mahasiswa memberikan sosialisasi manfaat bunga cempaka serta pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbasis minyak atsiri. 9 Agustus 2025

Kegiatan pemberdayaan ini diawali dengan sesi pemaparan materi oleh salah satu dosen Farmasi Unmas Denpasar yaitu Ade Irma Suryani, S.Farm., M.Farm. Ia menjelaskan secara rinci mengenai kandungan senyawa aktif yang terdapat pada bunga cempaka serta manfaat minyak atsirinya. Dijelaskan pula bahwa minyak atsiri bunga cempaka memiliki potensi besar sebagai bahan aromaterapi, penenang pikiran, sekaligus peluang wirausaha yang bernilai ekonomi bagi masyarakat.
Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh pembicara kedua yang juga salah satu dosen Farmasi Unmas Denpasar yaitu apt. Komang Dirga Mega Buana, S.Farm., M.S.Farm., yang memaparkan demonstrasi penyulingan sederhana bunga cempaka serta memberikan praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari proses penyulingan hingga menuangkan hasil minyak atsiri ke dalam adonan lilin.

Untuk memperkuat pemahaman, para mahasiswa juga menyiapkan leaflet edukatif berisi panduan langkah-langkah pembuatan lilin aromaterapi. Dengan adanya panduan tertulis ini, peserta diharapkan dapat mengulang kembali proses pembuatan di rumah secara mandiri, sehingga keterampilan yang diperoleh tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi bisa terus berkembang menjadi peluang usaha baru.
Tak hanya berfokus pada keterampilan teknis, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini juga memberikan edukasi pemasaran sederhana kepada para peserta. Ibu-ibu PKK Desa Sibanggede diajarkan bagaimana memasarkan produk lilin aromaterapi hasil kreasi mereka ke berbagai tempat potensial, seperti spa, salon, hingga toko oleh-oleh khas Bali. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi kreatif baru yang memadukan kearifan lokal dengan kebutuhan pasar modern.
Program yang digagas Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar ini menargetkan peningkatan keterampilan dan pemahaman Ibu-ibu PKK, sekaligus mendorong tumbuhnya wirausaha lokal berbasis herbal dan aromaterapi. Sambutan hangat datang dari para peserta yang menilai kegiatan ini bukan sekadar memberikan ilmu baru, tetapi juga membuka jalan nyata bagi mereka untuk mengembangkan usaha rumahan yang berdaya saing.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Ibu-ibu PKK Desa Sibanggede dapat mandiri dalam mengolah bunga cempaka menjadi produk bernilai ekonomi, khususnya lilin aromaterapi. Program KKN ini menjadi bukti nyata kontribusi dunia pendidikan dalam mendukung kemandirian, peningkatan keterampilan, serta kesejahteraan masyarakat desa melalui inovasi yang berakar pada kearifan lokal Bali.
Editor: Anto.