LetterNews
21 September 2026
23:11 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Lantik Pejabat & 15 PNS Baru, Bupati Kembang: Jangan Eksklusif, Aktiflah di Medsos dengan Bahasa Santun!

Foto: Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan lantik pejabat tinggi & 15 PNS baru. Tekankan ASN harus aktif di medsos dengan santun & prioritaskan formasi guru.

JEMBRANA, Letternews.net — Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memberikan pesan kuat saat melantik satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan mengambil sumpah 15 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024. Bertempat di Aula Lantai 2 Jimbarwana, Selasa (12/5/2026), Bupati menekankan bahwa status ASN bukanlah tiket untuk menjadi eksklusif.

Acara sakral ini turut disaksikan oleh Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Sekda I Made Budiasa, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.

[irp]

Rotasi Strategis dan Penguatan Tenaga Muda

Dalam pelantikan tersebut, Dewa Gede Ary Candra Wisnawa resmi mengemban amanah baru sebagai Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia. Selain itu, 15 CPNS formasi 2024 resmi dikukuhkan menjadi PNS penuh.

Bupati Kembang menegaskan bahwa transisi status ini adalah peningkatan tanggung jawab. “Ini adalah titik awal pengabdian yang lebih besar. Status PNS harus dibarengi dengan tanggung jawab penuh melayani rakyat,” tegasnya.

[irp]

ASN Harus Responsif di Media Sosial

Menariknya, Bupati Kembang memberikan atensi khusus pada perilaku ASN di ruang digital. Ia meminta para ASN muda untuk tidak merasa “naik kelas” secara sosial yang membuat mereka menjauh dari masyarakat.

“Jangan merasa eksklusif. ASN harus tetap bermasyarakat. Saya minta adik-adik aktif bermedia sosial untuk menunjukkan kerja nyata kepada masyarakat, namun tetap dengan bahasa yang santun dan baik,” ujar Bupati asal Jembrana tersebut. Baginya, media sosial adalah jembatan transparansi kerja pemerintah kepada publik.

[irp]

Prioritas Guru dan Tenaga Kesehatan

Menyikapi tantangan birokrasi, Bupati Kembang memaparkan data bahwa tahun ini terdapat 158 pegawai yang pensiun, termasuk 59 orang guru. Mengingat Jembrana masih kekurangan 252 guru SD dan SMP, Bupati mengambil kebijakan berani untuk memprioritaskan formasi pendidikan dan kesehatan di masa mendatang.

“Saya putuskan memprioritaskan guru dan tenaga kesehatan yang betul-betul kita butuhkan. Setiap OPD mungkin hanya mendapat satu formasi yang benar-benar konkret mendukung program pemerintah,” pungkasnya.

Editor: Rudi.