Langkah Berani Denpasar: Walikota Jaya Negara Tetapkan Zona Rendah Emisi Sanur demi Wisata Berkelanjutan

 Langkah Berani Denpasar: Walikota Jaya Negara Tetapkan Zona Rendah Emisi Sanur demi Wisata Berkelanjutan

Foto: Walikota Denpasar Jaya Negara resmi menetapkan Sanur sebagai Kawasan Rendah Emisi (KRE). Inovasi transportasi ramah lingkungan untuk pariwisata berkelanjutan.

DENPASAR, Letternews.net – Komitmen Pemerintah Kota Denpasar dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan mencapai tonggak sejarah baru. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, secara resmi menetapkan kawasan Sanur sebagai Kawasan Rendah Emisi (KRE). Kebijakan strategis ini tertuang dalam Peraturan Walikota Nomor 39 Tahun 2025.

Pencanangan zona hijau ini mencakup wilayah Desa Sanur Kaja, Desa Sanur Kauh, Desa Adat Sanur, dan Desa Adat Intaran. Prosesi peresmian ditandai dengan pelepasan Burung Dara dan pemotongan pita di Sanur Seaside Denpasar, Sabtu (21/2/2026).

BACA JUGA:  Wartawan Amplop, Fenomena dan Fakta Media Kini

Menjaga Jantung Pariwisata Denpasar

Walikota Jaya Negara menegaskan bahwa Sanur adalah wajah pariwisata Kota Denpasar. Oleh karena itu, kualitas lingkungan dan tata kelola transportasi harus menjadi prioritas utama.

“Penataan transportasi dan pengendalian emisi adalah prioritas agar pertumbuhan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kenyamanan warga. Kami bersyukur masyarakat lokal memberikan dukungan penuh, mulai dari penataan jogging track, drainase, trotoarisasi, hingga operasional shuttle listrik,” ujar Jaya Negara.

BACA JUGA:  Diresmikan Walikota Jaya Negara, Gedung Baru SDN 1 Sanur Dipelaspas

Dampak Nyata bagi Ekonomi Lokal

Bendesa Adat Intaran, I Gusti Agung Alit Kencana, mengungkapkan bahwa kebijakan ini sudah menunjukkan hasil positif. Kehadiran 12 unit shuttle listrik telah mengurangi kepadatan kendaraan pribadi secara signifikan.

“Kawasan sekarang lebih tertib. Karena trotoar bagus dan udara lebih bersih, wisatawan lebih leluasa berjalan kaki. Ini berdampak langsung pada pedagang dan art shop di pinggir jalan karena orang lebih banyak berhenti dan berbelanja,” jelasnya.

BACA JUGA:  Dukung Tercapainya Pendidikan yang Optimal, Walikota Jaya Negara Serahkan 38 SK Kepala Sekolah

Kolaborasi Global dan Keberlanjutan

Program ini didukung penuh oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia. Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, menekankan pentingnya prinsip keadilan akses. KRE harus memastikan mobilitas yang terjangkau bagi warga lokal dan pelaku usaha kecil melalui skema pembiayaan inovatif.

Sebagai tindak lanjut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Denpasar, I Ketut Sriawan, menyatakan pihaknya tengah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD). “Implementasi akan dilakukan bertahap, mulai dari rekayasa lalu lintas hingga integrasi jalur sepeda dan pedestrian,” tegasnya.

Editor: Rudi

.

Bagikan: