
TABANAN, Letternews.net – Program Studi S-1 Pariwisata IPB Internasional kembali mengimplementasikan kegiatan wajib tahunan unggulannya, “Penelitian Lapangan II”. Tahun ini, fokus kajian diarahkan ke Desa Tengkudak, yang dikenal sebagai “Kampung Jalak Bali”, untuk mengkaji secara kritis hubungan antara pariwisata, edukasi, dan konservasi.
Penelitian yang dilakukan Yesika Dwi Agustin, Yohana Agustina Perchy dan Kadek Juni Damayanti di lapangan ini mengambil topik sentral: Persepsi dan Tingkat Pemahaman Wisatawan terhadap Nilai Edukasi dari Konservasi Jalak Bali di Desa Tengkudak.
[irp]
Pelaksanaan program ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana wisatawan yang berkunjung benar-benar memahami dan menghargai upaya pelestarian burung endemik yang sangat langka, Jalak Bali (Leucopsar rothschildi).
Penelitian ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara potensi konservasi sebagai atraksi wisata (eco-tourism) dan penyampaian pesan edukasi yang efektif kepada pengunjung. Data yang terkumpul diharapkan menjadi dasar untuk merumuskan rekomendasi praktis bagi pengelola desa wisata dan pihak konservasi dalam meningkatkan kualitas pengalaman wisata yang bernilai edukatif.
“Penelitian Lapangan II” ini dipandang penting untuk menjembatani kesenjangan antara potensi konservasi sebagai atraksi wisata (eco-tourism) dan penyampaian pesan edukasi yang efektif kepada pengunjung.
Yesika Dwi Agustin, salah satu mahasiswa S-1 Pariwisata, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan aplikasi langsung dari teori yang didapatkan di kelas, membuktikan pentingnya praktik langsung dalam kurikulum.
[irp]
Program Studi S-1 Pariwisata IPB Internasional secara konsisten menempatkan konservasi dan eco-tourism sebagai bagian integral dari kurikulum. Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian langsung di Kampung Jalak Bali Tengkudak menunjukkan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan dan budaya Bali.
Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata dalam upaya menjaga Jalak Bali dari ancaman kepunahan, sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisata yang bernilai edukatif dan berkelanjutan di Desa Tengkudak, Tabanan.
Editor: Rudi.