LetterNews
03 November 2026
04:37 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
11 October 2026 07:50 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Rudianto | Dipublikasikan: 11 October 2026, 07:50 WITA

Hadir di PKKMB ISTNUBA, Wah Arya Ajak Mahasiswa Baru Kenali Potensi Diri dan Bijak Memanfaatkan AI

Mantan Ketua KMHDI DKI Jakarta dan Sekretaris JMSI Bali Tekankan Pentingnya Kemampuan Berpikir Kritis serta Jejaring Organisasi

I Gusti Ngurah Arya Utama Putra, Sekretaris JMSI Bali. Foto: Dok

DENPASAR, Letternews.net – Menjalani kehidupan akademik di perguruan tinggi tidak cukup sekadar duduk mendengarkan perkuliahan di dalam ruang kelas. Pengenalan potensi diri, pemanfaatan teknologi secara bijak, hingga keaktifan dalam berorganisasi menjadi bekal fundamental bagi mahasiswa baru untuk menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.

Pesan edukatif tersebut disampaikan oleh I Gusti Ngurah Arya Utama Putra, yang akrab disapa Wah Arya, saat tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Sains & Teknologi Nahdlatul Ulama Bali (ISTNUBA) di Denpasar, Jumat hingga Minggu (9–11/10/2026).

Mantan Ketua Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) DKI Jakarta periode 2019–2022 tersebut menyampaikan materi komprehensif mengenai pengembangan karakter mahasiswa. Di hadapan ratusan mahasiswa baru ISTNUBA, ia mendorong agar setiap individu memahami kelebihan dan pemetaan potensi personal sebelum menentukan capaian masa depan.

“Tahap pertama ketika kalian sebagai mahasiswa ingin berkembang, kalian harus mengenali potensi diri melalui minat, bakat, dan kekuatan diri, serta membuat rencana ke depan tentang hal apa saja yang perlu dicapai selama kuliah,” tegas Wah Arya yang kini juga menjabat sebagai Sekretaris Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali.

Soroti Disrupsi AI dan Pentingnya Jejaring Organisasi

Selain pemetaan karakter, Wah Arya memberikan catatan khusus terkait pesatnya disrupsi teknologi, terutama hadirnya Artificial Intelligence (AI) yang kian memanjakan aktivitas akademik harian. Menurutnya, kemudahan akses informasi dari kecerdasan buatan wajib disikapi dengan kematangan daya kritis agar tidak menggerus integritas intelektual mahasiswa.

“Zaman sudah sangat maju, teknologi pun sudah sangat modern. Hari ini kita disajikan teknologi yang mempermudah kehidupan kita, yaitu AI. Namun, sebagai mahasiswa, kalian harus bijaksana dan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut demi mendukung proses belajar,” paparnya.

Tak kalah penting, Wah Arya menggarisbawahi urgensi kepemimpinan dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam organisasi, baik di internal kampus (intra) maupun di luar kampus (ekstra). Menurutnya, ruang organisasi merupakan laboratorium sosial terbaik untuk mengasah keterampilan lunak (soft skills), diplomasi komunikasi, serta memperluas jaringan relasi.

“Organisasi itu sangat penting, mau itu intra kampus ataupun ekstra kampus. Banyak hal berharga yang akan kalian dapatkan di luar ruang kelas, seperti akses jaringan, relasi, hingga pengalaman kepemimpinan yang tidak diajarkan dalam lembar kurikulum formal,” pungkas Wah Arya menutup sesinya.

Melalui pembekalan PKKMB ISTNUBA ini, para mahasiswa baru diharapkan mampu menyeimbangkan antara prestasi akademik yang cemerlang dan pembentukan karakter kepemimpinan yang adaptif terhadap masa depan.