Gebrakan Perbekel Pemogan: I Made Suwirya Tantang Warga Kritisi Kinerja 9 Anggota BPD di Media Sosial
Foto: Perbekel Pemogan I Made Suwirya ajak warga beri kritik terbuka terhadap 9 anggota BPD di Facebook. Sebuah langkah transparansi demi kemajuan Desa Pemogan

DENPASAR, Letternews.net – Perbekel (Kepala Desa) Pemogan, I Made Suwirya, kembali mencuri perhatian publik melalui aksi transparansinya di media sosial. Dikenal sebagai pemimpin yang vokal dan progresif, Suwirya secara terbuka meminta warganya untuk memberikan testimoni sekaligus kritik terhadap kinerja 9 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pemogan yang bertugas sebagai wakil rakyat desa.
Pernyataan menohok ini disampaikan langsung melalui unggahan di halaman Facebook pribadinya pada Selasa (20/01/2026). Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk memastikan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi di tingkat desa berjalan sesuai amanat UU Desa.
Pertanyakan Fungsi Serap Aspirasi BPD
Dalam unggahannya, I Made Suwirya mempertanyakan sejauh mana kedekatan para anggota BPD dengan konstituennya. Ia menyoroti tugas pokok BPD sebagai jembatan aspirasi antara warga dan Pemerintah Desa Pemogan.
“Desa Pemogan punya wakil 9 orang anggota BPD, yang punya fungsi menyerap dan menyalurkan aspirasi warga. Sudah pernahkah anggota BPD yang sebagai wakil masyarakat datang dan menyerap aspirasi warga? Paling tidak pernah bertemu dan komunikasi tentang situasi Bapak dan Ibu yang diwakili?” tulis Suwirya dalam akun Facebook-nya.
Minta Warga Bicara Berdasarkan Fakta
Tidak hanya sekadar bertanya, Perbekel yang dikenal sukses dengan program pengelolaan sampah daur ulang ini juga mengajak krama (warga) Pemogan untuk tidak takut dalam bersuara demi kemajuan desa. Ia menekankan pentingnya kritik yang membangun dan berbasis fakta.
“Mohon sampaikan secara terbuka untuk kemajuan Desa Pemogan, jangan malu-malu untuk mengkritisi. Santai manten (saja), sesuai fakta manten,” imbuhnya dalam bahasa Bali yang akrab.
Sosok Pemimpin yang Dekat dengan Digital
I Made Suwirya memang dikenal sebagai kepala desa yang melek teknologi dan aktif di media sosial untuk berkoordinasi mengenai pembangunan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinannya, Pemogan terus berbenah menjadi desa yang mandiri dalam pengelolaan lingkungan.
Gebrakan melalui media sosial ini diharapkan dapat memicu dialog sehat antara warga, BPD, dan Pemerintah Desa, sehingga tercipta tata kelola pemerintahan desa yang lebih akuntabel dan responsif terhadap kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Editor: Rudi.







