LetterNews
21 September 2026
13:35 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

FPB Unmas Denpasar Gandeng Kampus Filipina dan Thailand Gelar Pengabdian Internasional di Bangli

Foto: Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati (FPB Unmas) Denpasar menggandeng dua kampus ternama luar negeri, Bulacan Agricultural State College (Filipina) dan Chiang Mai University (Thailand), untuk menggelar Pengabdian Masyarakat Internasional di Desa Bunutin, Bangli, Jumat (18/9/2026).

BANGLI, Letternews.net Sebanyak 35 dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati (FPB Unmas) Denpasar menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional Terpadu di Desa Bunutin, Kabupaten Bangli, Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama lintas negara bersama Bulacan Agricultural State College (Filipina) dan Chiang Mai University (Thailand).

Agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli, Ir. I Wayan Sarma, Camat Bangli, para penyuluh pertanian, serta jajaran kelompok tani (Pokdatan) setempat.

Penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Transfer Teknologi

Dekan FPB Unmas Denpasar, Yudiarini, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk mewujudkan kewajiban Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat yang menjadi pilar utama sivitas akademika selain mengajar dan meneliti.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangli, Ir. I Wayan Sarma, menyambut positif kolaborasi internasional ini dalam membantu petani lokal.

“Melalui pengabdian ini, kita dapat menyelesaikan berbagai masalah sosial serta membantu masyarakat mencari solusi atas persoalan nyata di sektor pertanian. Hal paling mendasar adalah bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi modern dari kampus dapat ditransfer langsung kepada para petani,” ungkap I Wayan Sarma.

Implementasi Riset Kolaboratif Lintas Negara

Kerjasama tiga perguruan tinggi dari Indonesia, Filipina, dan Thailand ini diharapkan tidak berhenti pada forum akademis semata. Hasil riset dari ketiga kampus akan diterapkan secara langsung untuk mendampingi petani di lapangan guna meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas hidup warga setempat.