LetterNews
03 November 2026
08:15 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
04 June 2026 23:02 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 04 June 2026, 23:02 WITA

Ekonomi Bali Tumbuh 5,58 Persen, OJK Catat Kinerja Industri Jasa Keuangan Kuartal I/2026 Tetap Solid

Foto: Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman.

DENPASAR, Letternews.net – Ketahanan ekonomi Provinsi Bali terus menunjukkan tren positif pada awal tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali melaporkan stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Pulau Dewata hingga akhir Maret 2026 tetap terjaga solid dan resilient. Sektor keuangan ini sukses menjadi tulang punggung yang menopang pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 5,58 persen secara year-on-year (yoy) pada kuartal pertama 2026.

Kepala OJK Provinsi Bali menyatakan pertumbuhan ini mencerminkan sinergi positif antara sektor keuangan dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pihaknya berkomitmen penuh untuk terus memperkuat fungsi intermediasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

[irp]

Sektor Pariwisata Kuat, Kredit Investasi dan UMKM Jadi Pendorong Utama

Kinerja intermediasi perbankan (Bank Umum dan BPR) di Bali posisi Maret 2026 mencatatkan pertumbuhan positif dengan likuiditas yang memadai. Berdasarkan data resmi OJK, dinamika penyaluran kredit perbankan mencakup beberapa indikator penting:

  • Kredit Lokasi Bank: Tumbuh sebesar 6,45 persen yoy menjadi Rp120,66 triliun.

  • Kredit Lokasi Proyek: Melesat 8,19 persen yoy hingga mencapai Rp146,47 triliun.

  • Kredit Investasi: Menjadi motor utama dengan lonjakan Rp6,08 triliun atau tumbuh 16,92 persen yoy. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan pelaku usaha untuk melakukan ekspansi bisnis jangka panjang.

Menariknya, denyut nadi pariwisata Bali yang terus menguat berdampak langsung pada sektor pembiayaan. Sektor Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum (akmamin) mencatatkan penambahan nominal kredit terbesar, yaitu tumbuh 15,35 persen yoy atau bertambah Rp2,07 triliun.

Selain itu, keberpihakan perbankan terhadap ekonomi kerakyatan tetap terjaga. Sebesar 51,25 persen total kredit di Bali disalurkan kepada sektor UMKM yang tumbuh 4,53 persen yoy, di mana segmen usaha mikro mendominasi porsi sebesar 41,73 persen. Di sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) masyarakat Bali tumbuh 7,00 persen yoy mencapai Rp206,21 triliun.

[irp]

Kualitas Kredit Sehat dan Lonjakan Investor Pasar Modal

Meskipun penyaluran pembiayaan mengalami peningkatan, profil risiko perbankan di Bali justru semakin sehat. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) gross berhasil ditekan turun ke angka 2,56 persen, jauh lebih rendah dibandingkan periode Maret 2025 yang berada di level 3,10 persen. Penurunan ini berimbas positif pada penurunan rasio Loan at Risk (LaR) menjadi 9,12 persen.

Beralih ke sektor industri keuangan non-perbankan dan pasar modal, OJK Bali mencatat pergerakan yang sangat dinamis:

  • Pasar Modal: Jumlah investor di Bali tumbuh double digit sebesar 29,67 persen yoy dengan total 392.841 Single Investor Identification (SID). Nilai kepemilikan saham warga Bali pun meroket 48,40 persen yoy menjadi Rp7,95 triliun.

  • Fintech P2P Lending: Penyaluran pinjaman daring tumbuh signifikan sebesar 35,64 persen yoy menjadi Rp2,25 triliun. Meskipun Tingkat Wanprestasi (TWP 90) merangkak naik ke angka 4,35 persen, posisinya masih aman di bawah rata-rata nasional yang sebesar 4,52 persen.

[irp]

Massifkan Edukasi Keuangan Melalui “Gencarkan” dan Layanan iDeb SLIK

Guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata, OJK Bali menggandeng pemangku kepentingan (stakeholders) daerah melalui program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan program “OJK Ngiring ke Banjar”. Hingga April 2026, total 466 kegiatan edukasi keuangan telah digelar dan berhasil menjangkau 448.633 peserta di Bali, termasuk kelompok prioritas seperti UMKM, ibu rumah tangga, dan mahasiswa.

Sinergi Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Bali juga aktif mengoptimalkan program Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (K/PSP) serta KUR Daerah (KURDa). Di sisi lain, terkait perlindungan konsumen, OJK Bali telah menerima 653 pengaduan masyarakat hingga April 2026, yang didominasi oleh keluhan perilaku petugas penagihan (debt collector) sebesar 32,31 persen.

Untuk kelancaran pembiayaan, OJK melayani 4.863 permintaan penarikan data Informasi Debitur (iDeb) melalui SLIK, atau meningkat 22,59 persen yoy. Menutup laporannya, OJK mengimbau krama Bali untuk selalu waspada terhadap investasi ilegal dengan prinsip 2L: Legal dan Logis. Jika masyarakat menemukan kejanggalan produk keuangan, segera laporkan melalui portal resmi Satgas PASTI di www.sipasti.ojk.go.id atau Kontak OJK 157.

Editor: Rudi.