Ekonomi Bali Awal 2026: Kredit Investasi Melejit 17 Persen, Sektor Wisata Jadi Motor Utama

 Ekonomi Bali Awal 2026: Kredit Investasi Melejit 17 Persen, Sektor Wisata Jadi Motor Utama

Foto: Parjiman Kepala OJK Provinsi Bali bersama jajaran narasumber saat acara NGORTE di Denpasar.

DENPASAR, Letternews.net – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menilai stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Pulau Dewata mengawali tahun 2026 dengan performa yang tangguh. Di tengah dinamika ekonomi global, intermediasi perbankan di Bali tetap tumbuh positif dengan likuiditas yang memadai dan profil risiko yang terjaga.

Berdasarkan data posisi Januari 2026, penyaluran kredit di Bali tumbuh 6,92 persen (yoy) mencapai Rp119,29 triliun. Menariknya, motor utama pertumbuhan ini adalah Kredit Investasi yang melonjak tajam sebesar 17,00 persen (yoy). Peningkatan ini didominasi oleh sektor penyediaan akomodasi, makan minum (wisata), serta real estat.

BACA JUGA:  Mutasi Besar-besaran Polda Bali: Kapolda Daniel Adityajaya Pimpin Sertijab PJU hingga 4 Kapolres Jajaran

“Tingginya pertumbuhan kredit investasi ini menggambarkan peran besar perbankan dalam membiayai ekspansi usaha. Ini adalah sinyal kuat dukungan untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang di Bali,” tulis OJK Provinsi Bali dalam rilis resminya, Jumat (10/4/2026).

Sektor UMKM juga menunjukkan taringnya. Sebesar 51,19 persen total kredit di Bali disalurkan kepada pelaku UMKM dengan pertumbuhan 4,39 persen (yoy). Angka ini tercatat lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan UMKM secara nasional, baik dari sisi porsi maupun laju pertumbuhannya.

Tak hanya perbankan, gairah investasi masyarakat Bali di Pasar Modal juga tumbuh double digit. Jumlah investor di Bali mencapai 369.223 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 24,45 persen (yoy), dengan nilai kepemilikan saham meroket 59,97 persen hingga menyentuh Rp8,73 triliun.

BACA JUGA:  Renungan Akhir Tahun 2022 Partai Bulan Bintang

Dari sisi perlindungan konsumen, OJK Bali tetap pasang mata. Hingga Februari 2026, tercatat 299 pengaduan yang masuk, didominasi oleh permasalahan perilaku petugas penagihan fintech dan perbankan. OJK terus mendorong edukasi masif melalui program GENCARKAN yang telah menjangkau lebih dari 300 ribu peserta di seluruh Bali.

Dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross yang menurun ke angka 2,60 persen, OJK optimis sektor jasa keuangan Bali akan tetap stabil dan menjadi pilar utama kesejahteraan krama Bali sepanjang tahun 2026.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: