LetterNews
03 November 2026
08:34 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
23 July 2026 17:37 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 23 July 2026, 17:37 WITA

Cintai Budaya Sejak Dini, Siswa SD di Denpasar diajak Mesolah dan Megending Saat MPLS

Foto: Kegiatan edukatif berbasis tradisi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di SD Negeri Tulangampiang, Denpasar Utara, Kamis (23/7/2026).

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Kota Denpasar terus memperkuat pendidikan karakter berbasis budaya lokal bagi generasi muda. Memanfaatkan momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Denpasar mulai dikenalkan dengan seni mesolah (menari) dan megending (menyanyi lagu Bali) sebagai bagian dari penyempurnaan muatan lokal di sekolah.

Kegiatan edukatif berbasis tradisi ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, di SD Negeri Tulangampiang, Denpasar Utara, Kamis (23/7/2026).

[irp]

Pemberian materi seni tersebut dipandu langsung oleh Pendiri Naluri Manca, Ida Bagus Eka Haristha, bersama tim, serta disambut penuh antusias oleh ratusan siswa baru. Turut mendampingi dalam acara tersebut Kepala Disdikpora Kota Denpasar AA Gede Wiratama, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, serta jajaran kepala sekolah se-Kecamatan Denpasar Utara.

“Minimal dasar-dasar budaya Bali sudah dikenal oleh siswa sejak dini, mulai dari Bahasa Bali, tari Bali, hingga megending Bali. Harapan kami, tradisi Bali terus diwariskan karena tujuan utamanya adalah pelestarian budaya itu sendiri,” ujar Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

[irp]

Pendidikan Karakter Ramah Anak dan Menyenangkan

Salah seorang siswa baru, Dwi Sea Anindhira, mengaku sangat senang dapat belajar tari dan lagu Bali di sekolah. Menurutnya, metode belajar sambil berekspresi seni membuat suasana MPLS menjadi jauh lebih menyenangkan.

Sementara itu, Kepala Disdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, menjelaskan bahwa pengenalan mesolah dan megending dikemas secara ramah anak, edukatif, dan inklusif sesuai karakteristik peserta didik jenjang SD.

Beberapa poin penting penguatan muatan lokal ini mencakup:

[irp]

  • Pengembangan Karakter Utuh: Pendidikan tidak hanya berorientasi akademik, tetapi juga membentuk karakter dan penguatan identitas budaya daerah.

  • Pengalaman Belajar Kontekstual: Menghadirkan kecintaan terhadap Bahasa, Seni, dan Budaya Bali secara alami lewat kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

  • Ruang Ekspresi Berkelanjutan: Pemkot Denpasar menyiapkan wadah kreativitas siswa melalui ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) hingga Denpasar Festival (Denfest).

Wali Kota Jaya Negara menekankan bahwa di era modernisasi saat ini, peserta didik tidak hanya dituntut memiliki daya saing nasional maupun internasional, tetapi juga harus memegang teguh akar budaya lokal sebagai fondasi diri.

Editor: Rizal