
DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mengambil langkah proaktif untuk memperkuat sistem keamanan di sektor pariwisata dan kuliner. Sebanyak 300 peserta dari perwakilan hotel, penginapan, restoran, hingga coffee shop mengikuti Penyuluhan Pencegahan dan Penanganan Kebakaran di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA), Jumat (13/3/2026).
Acara ini dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Oka Wiranata, mewakili Walikota Denpasar.
[irp]
Dalam sambutan Walikota yang dibacakannya, Ngurah Oka Wiranata menekankan bahwa sektor akomodasi dan kuliner memiliki risiko kebakaran yang signifikan karena aktivitas manusia yang tinggi dan penggunaan instalasi listrik serta peralatan memasak yang intens.
“Pemahaman mengenai pencegahan serta kemampuan penanganan awal kebakaran sangat krusial. Ini bukan sekadar teori, melainkan upaya nyata untuk melindungi keselamatan jiwa pengunjung, aset usaha, dan lingkungan sekitar,” tegas Oka Wiranata.
Ia juga menambahkan bahwa budaya keselamatan kerja harus menjadi identitas bagi setiap pelaku usaha di Denpasar, didukung dengan sarana proteksi kebakaran yang memadai di setiap gedung.
[irp]
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana, menjelaskan bahwa materi penyuluhan dirancang secara komprehensif. Peserta tidak hanya menerima teori dasar penyebab api, tetapi juga praktik langsung.
“Kami memberikan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serta simulasi pemadaman api, baik secara tradisional menggunakan karung basah maupun teknik modern. Tujuannya agar SDM di setiap unit usaha tanggap dan tidak panik saat menghadapi situasi darurat,” ujar Tirana.
[irp]
Menariknya, penyuluhan kali ini juga menyisipkan materi pemilahan sampah berbasis sumber. Mengingat sektor kuliner dan hotel menghasilkan limbah organik dan anorganik dalam jumlah besar, pelaku usaha diajak untuk aktif melakukan pemilahan.
Langkah ini dipandang strategis untuk mendukung visi Kota Denpasar yang bersih dan sehat, sekaligus mengurangi beban pengolahan sampah di hilir. “Sektor usaha yang tangguh bukan hanya yang aman dari api, tapi juga yang peduli pada kelestarian lingkungan,” pungkas Made Tirana.
Editor: Rudi.