Bayar Fleksibel Sesuai Musim Panen, Kredit Alsintan Bank BPD Bali Jadi Solusi Mekanisasi Pertanian

 Bayar Fleksibel Sesuai Musim Panen, Kredit Alsintan Bank BPD Bali Jadi Solusi Mekanisasi Pertanian

Foto: Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, S.H., M.H

DENPASAR, Letternews.net – Bank BPD Bali terus memperkuat komitmennya dalam mendukung sektor hulu perekonomian daerah melalui digitalisasi dan mekanisasi pertanian. Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menegaskan bahwa pihaknya kini fokus mendorong pembiayaan alat dan mesin pertanian melalui program Kredit Alsintan dengan suku bunga sangat ringan, yakni hanya 3 persen.

Program ini dirancang khusus untuk membantu petani meningkatkan efisiensi kerja melalui pengadaan traktor, cultivator, pompa air, hingga mesin panen modern.

BACA JUGA:  Pemerintah Pastikan Ketersediaan Barang  di Pasar Aman Jelang Hari Raya Galungan dan Kuningan

Skema Pembayaran Fleksibel Sesuai Musim

Menyadari karakteristik sektor pertanian yang bersifat musiman, Bank BPD Bali menawarkan keunggulan berupa mekanisme pembayaran yang fleksibel. Penyesuaian ini didasarkan pada cash flow atau arus kas debitur yang seringkali tidak stabil setiap bulannya.

“Kredit usaha alsintan ini berbunga 3 persen. Skema pembayarannya fleksibel menyesuaikan cash flow usaha debitur, karena sektor pertanian memiliki pola musiman,” ujar Nyoman Sudharma, Jumat (6/3/2026).

Pola angsuran akan disepakati di awal antara bank dan petani, sehingga pembayaran dapat dilakukan saat petani mendapatkan penghasilan dari hasil panen. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban finansial para pejuang pangan di Bali.

BACA JUGA:  Delapan Tahanan Kabur dari Polsek, Enam Masih Buron

Dukung Transformasi Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Hingga saat ini, porsi kredit sektor pertanian di Bank BPD Bali telah mendekati angka 10 persen dari total kredit UMKM. Hal ini sejalan dengan agenda transformasi ekonomi daerah yang dicanangkan pemerintah.

Secara nasional, tantangan penyaluran kredit alsintan masih cukup besar. Data dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI mencatat realisasi nasional per 31 Januari 2026 baru mencapai Rp14,81 miliar. Di Bali sendiri, realisasi saat ini tercatat sekitar Rp525 juta.

BACA JUGA:  Buka Toko Pertama di Lombok, UNIQLO Indonesia Dukung Destinasi Prioritas Melalui Pakaian Berkualitas dan Nyaman

Optimisme Modernisasi Pertanian Bali

Sudharma optimis angka penyaluran di Bali akan terus merangkak naik seiring dengan masuknya musim tanam dan gencarnya sosialisasi program pemerintah.

“Dengan bunga rendah dan skema fleksibel, kredit ini diharapkan mampu mempercepat modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas petani di daerah,” pungkasnya.

Bagi masyarakat atau kelompok tani yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut, silakan akses laman resmi Bank BPD Bali di www.bpdbali.co.id, hubungi BPD Bali Call 1500844, atau kunjungi kantor cabang terdekat. Sebagai informasi, Bank BPD Bali berizin dan diawasi oleh OJK serta Bank Indonesia, dan merupakan peserta penjaminan LPS.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: