LetterNews
03 November 2026
06:36 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
01 September 2026 19:46 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 01 September 2026, 19:46 WITA

Atasi Macet Bandara–Canggu, Pemprov Bali, Pemkab Badung, dan PT KAI Sepakat Bangun Trem Listrik Baterai

Foto: Penandatanganan dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran Pemkab Badung, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, CEO PT Angkasa Pura, serta para pemangku kepentingan terkait.

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara resmi menandatangani perjanjian kerja sama pengembangan transportasi perkeretaapian di Jaya Sabha/Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). Perjanjian ini menjadi pijakan awal pembangunan moda trem listrik berbasis baterai yang siap menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai hingga kawasan pariwisata Canggu, Badung.

Penandatanganan dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, jajaran Pemkab Badung, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, CEO PT Angkasa Pura, serta para pemangku kepentingan terkait.

[irp]

Solusi Konkret Atasi Mobilitas 150 Ribu Orang per Hari

Koridor Bandara Ngurah Rai menuju Canggu dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Bali. Jalur ini mencatat pergerakan harian hingga 150 ribu orang dan 80 ribu kendaraan. Pembangunan trem sepanjang 12 kilometer dengan lebar trase 3 meter ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 40 persen kepadatan lalu lintas di koridor strategis tersebut.

“Pengembangan transportasi harus tetap memperhatikan keunikan, menjaga keindahan, mendukung pariwisata, dan tidak mengganggu kehidupan masyarakat. Trem ini justru dirancang agar menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster.

Dengan kecepatan dan jeda keberangkatan (headway) tiap 10 menit, waktu tempuh Bandara–Canggu diperkirakan hanya memakan waktu 30 menit. Pada kondisi operasional maksimal, trem ini mampu mengangkut 15 ribu hingga 20 ribu penumpang sekali jalan, atau mencapai 60 ribu penumpang per hari.

[irp]

Canggih Tanpa Kabel, Ramah Lingkungan & Beda dari Kereta Konvensional

Berbeda dari moda MRT atau LRT pada umumnya, PT KAI sengaja memilih teknologi trem listrik berbasis baterai (battery-powered tram). Pilihan ini diambil agar wujud fisik transportasi tidak merusak estetika dan harmoni alam Bali.

  • Tanpa Kabel Atas: Penggunaan baterai membuat jalur trem bebas dari bentangan kabel listrik gantung di sepanjang jalan.

  • Senyap & Berdimensi Kecil: Ukuran trem relatif ringkas (lebar sekitar 2 meter) dengan tingkat kebisingan sangat rendah sehingga tidak mengganggu permukiman maupun kawasan akomodasi wisata.

  • Selaras Kearifan Lokal: Desain interior dan eksterior mengusung nuansa budaya serta arsitektur khas Bali.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa aspek spiritualitas, budaya, dan sosial Bali menjadi pertimbangan utama sejak awal perencanaan teknis.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” tegas Bobby Rasyidin.

[irp]

Target Groundbreaking Maret 2027 dan Beroperasi Penuh 2029

Pasca-penandatanganan kesepakatan ini, tim gabungan langsung tancap gas melakukan studi teknis lanjutan, sosialisasi ke desa adat, serta koordinasi intensif dengan pelaku industri pariwisata dan perhotelan di sepanjang jalur.

Berikut garis waktu (timeline) rencana pembangunan trem listrik Bandara–Canggu:

  • Maret 2027: Pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking).

  • Tahun 2028: Pengoperasian tahap awal (trase pertama).

  • Tahun 2029: Seluruh jalur Bandara–Canggu rampung dan beroperasi penuh secara komersial.

Editor: Rudi