LetterNews
03 November 2026
02:12 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
22 May 2026 23:54 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 22 May 2026, 23:54 WITA

Atasi Darurat Sampah Bali, Gubernur Koster dan KSAD Tinjau Pembersihan Lahan Proyek PSEL Senilai 6 Hektare

Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster, mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, meninjau langsung kick off pematangan lahan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, pada Jumat (22/5/2026) siang.

DENPASAR, Letternews.net – Langkah konkret untuk menuntaskan problem krusial terkait tata kelola sampah di Pulau Dewata resmi bergulir. Gubernur Bali, Wayan Koster, mendampingi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, meninjau langsung kick off pematangan lahan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan, pada Jumat (22/5/2026) siang.

Fasilitas infrastruktur hijau berskala besar ini akan dibangun di atas lahan seluas enam hektare milik PT Pelindo. Kehadiran jenderal bintang empat TNI AD bersama pucuk pimpinan daerah ini menegaskan bahwa proyek PSEL strategis ini mendapatkan pengawalan ketat secara lintas sektoral demi menjamin percepatan pembangunan.

[irp]

Alat Berat Mulai Bergerak, Target Rampung 18 Bulan

Berdasarkan pantauan di lapangan, dinamika pengerjaan fisik di area proyek sudah menunjukkan progres yang signifikan. Sejumlah alat berat telah dikerahkan sejak dua hari lalu untuk melakukan penetrasi, pemadatan, serta penataan lahan agar siap memasuki fase konstruksi utama.

Di samping itu, puluhan truk bermuatan tanah uruk tampak berjejer rapi di sepanjang akses pintu masuk Tol Bali Mandara guna mendukung percepatan pematangan topografi lahan. Setelah melakukan inspeksi medan, Gubernur Koster bersama Jenderal Maruli Simanjuntak langsung memimpin jalannya diskusi teknis bersama seluruh pemangku kepentingan.

Agenda krusial ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi negara, antara lain:

  • Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti.

  • Perwakilan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Maulana.

  • Pangdam IX/Udayana, Bupati Badung, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, serta Kepala PPLH Bali Nusra.

[irp]

Gunakan Teknologi Insinerator Raksasa Asal China

Dalam paparan perkembangannya, Deputi Kemenko Pangan Nani Hendiarti bersama perwakilan BPI Danantara menjelaskan bahwa Pemerintah Pusat telah menetapkan Zhejiang Weiming, sebuah korporasi teknologi lingkungan asal China, sebagai pemenang tender resmi proyek PSEL Bali.

Melalui skema kerja sama ini, pihak investor internasional akan menyuntikkan teknologi insinerator pembakar sampah mutakhir. Di sisi lain, Pemerintah Daerah memegang tanggung jawab penuh dalam penyediaan dan kesiapan lahan siap bangun.

[irp]

Proyek PSEL perdana di Bali ini ditargetkan rampung total dalam kurun waktu 18 bulan setelah pematangan lahan selesai. Menariknya, fasilitas ini tidak hanya berfungsi memusnahkan volume sampah secara masif, melainkan juga bertindak sebagai sentral pembangkit listrik hijau. Energi listrik yang diproduksi secara mandiri dari hasil olahan sampah tersebut nantinya akan didistribusikan dan dijual langsung kepada PT PLN (Persero).

Editor: Rudi.