Aksi Nyata HPSN di Denpasar: Meski Diguyur Hujan, Edukasi Kelola Sampah Berbasis Sumber Tetap Menggema

 Aksi Nyata HPSN di Denpasar: Meski Diguyur Hujan, Edukasi Kelola Sampah Berbasis Sumber Tetap Menggema

Foto: Peringati HPSN 2026, TP PKK Kota Denpasar bagikan 300 compost bag gratis di CFD Renon. Edukasi pengelolaan sampah organik mulai dari tingkat rumah tangga.

DENPASAR, Letternews.net – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Kota Denpasar tahun 2026 diwarnai aksi nyata yang menyasar langsung jantung persoalan sampah: rumah tangga. Tim Penggerak PKK Kota Denpasar bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) menggelar edukasi massal di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (22/2).

Meski kawasan Renon sempat diguyur hujan, semangat para kader tidak surut. Momentum ini diisi dengan pembagian 300 compost bag secara gratis kepada warga yang sedang berolahraga, diiringi penampilan atraktif dari Seniman Nongcret Dewata.

BACA JUGA:  Kejari Badung Antarkan Barang Bukti

PKK Sebagai Motor Perubahan

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Dalam arahannya, Wawali Arya Wibawa menekankan bahwa komitmen menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi kultur yang dimulai dari keluarga.

Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Ny. Sagung Antari Jaya Negara, PKK Denpasar terus memposisikan kader di garda terdepan sebagai pendamping masyarakat dalam memilah sampah.

“Melalui momentum HPSN ini, mari kita mulai perubahan dari diri sendiri dan keluarga. Penggunaan compost bag adalah langkah sederhana, namun berdampak besar jika dilakukan secara kolektif untuk menekan volume sampah yang berakhir di TPA,” ujar Ny. Ayu Kristi.

BACA JUGA:  TCI Fakultas Pariwisata Unud Ambil Bagian dalam KTT G20

Edukasi Praktis dari Sumbernya

Kepala DLHK Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa, menjelaskan bahwa sinergi ini bertujuan memberikan pemahaman teknis kepada warga. Selain menerima fasilitas gratis, masyarakat juga diajarkan cara mengolah sampah organik, jenis bahan yang bisa dikomposkan, hingga cara penempatan komposter yang benar di rumah.

“Tidak hanya dibagikan gratis, kami dampingi cara pemakaiannya. Harapannya, beban di tempat pengolahan akhir (TPA) dapat berkurang secara signifikan karena sampah organik sudah tuntas di level rumah tangga,” jelas pria yang akrab disapa Gus Putra ini.

Apresiasi juga diberikan kepada komunitas lingkungan dan warga yang tetap antusias mengikuti sosialisasi meski cuaca kurang bersahabat. Semangat gotong royong ini menjadi modal utama Denpasar dalam mewujudkan kota yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: