LetterNews
21 September 2026
19:09 WITA
Topik Populer:
#KPK#Letternews#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Denpasar#Wayan Koster#Pemkot Denpasar#OJK

Diikuti 1.685 Layangan, Wawali Arya Wibawa Buka Mel Tanjung Kite Festival XVII di Pantai Mertasari Sanur

Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, yang juga selaku Pembina Mel Tanjunung Kite Festival, I Wayan Mariyana Wandhira serta Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga saat membuka Lomba Layang-Layang Mel Tanjung Kite Festival XVII Tahun 2026 dengan menarik layangan di Kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Minggu (9/8).

DENPASAR, Letternews.net Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi membuka Lomba Layang-Layang Mel Tanjung Kite Festival (MTKF) XVII Tahun 2026 di Kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Minggu (9/8/2026). Pembukaan ditandai dengan aksi menarik layangan secara simbolis oleh Wawali Arya Wibawa di tepi pantai.

Festival tahunan yang digelar oleh ST. Eka Dharma Banjar Tanjung, Desa Sanur Kauh ini menjadi wadah pelestarian tradisi melayangan sekaligus ruang ekspresi kreativitas budaya bagi para rare angon di Bali, khususnya Kota Denpasar.

“Pemerintah Kota Denpasar terus berkomitmen mendukung tradisi melayangan. Selain menjadi wadah kreativitas rare angon, festival ini merupakan atraksi budaya yang mendukung pariwisata berbasis kebudayaan di Denpasar,” ujar Wakil Wali Kota Arya Wibawa.

[irp]

Usung Tema ‘Bhumi Samudra Akasa Sanggama’, Diikuti Ribuan Peserta

Pembina MTKF I Wayan Mariyana Wandhira, didampingi Ketua Panitia I Made Gde Jisnu Bajasangga Wandhira, menjelaskan bahwa MTKF XVII mengusung tema Bhumi Samudra Akasa Sanggama. Tema ini bermakna keharmonisan antara darat, laut, dan udara sebagai fondasi kelestarian budaya.

Beberapa poin penting terkait pelaksanaan festival layang-layang ini meliputi:

  • Total Peserta: Diikuti oleh 1.685 layangan dari kategori sekaa, klub, maupun perorangan dari seluruh Bali.

  • Kategori Lomba: Memperlombakan kategori remaja dan dewasa untuk jenis Layangan Tradisional Bebean, Bebean Big Size, Janggan, Janggan Buntut, Janggan Buntut Big Size, dan Pecuk.

[irp]

  • Ketentuan Khusus: Layangan tradisional wajib menggunakan kain corak warna khas Bali (merah, kuning, hitam, dan putih). Turut diperlombakan pula seri layangan plastik, celepuk, serta layangan mini.

  • Kehadiran Tokoh: Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar I Wayan Mariyana Wandhira, Anggota DPRD Bali AA Gede Agung Suyoga, Camat Denpasar Selatan IB Made Purwanasara, Perbekel Sanur Kauh I Made Ada, serta Bendesa Adat Intaran IG Alit Kencana.

Festival yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas penyelenggaraannya secara profesional sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mencintai budaya lokal.

Editor: Rudi