LetterNews
03 November 2026
01:42 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
30 July 2026 11:03 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 30 July 2026, 11:03 WITA

Hadiri Karya Ngenteg Linggih Pura Gunung Sari Peraupan, Walikota Jaya Negara Tekankan Pentingnya Satwika Karya

Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngenteg Linggih Padudusan, Mupuk Pedagingan, Tawur Wrespati Kalpa Agung, Lan Panilapatian Pegat Soot Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, pada Rabu (29/7/2026).

DENPASAR, Letternews.net — Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Rangkaian Karya Ngenteg Linggih, Padudusan, Mupuk Pedagingan, Tawur Wrespati Kalpa Agung, lan Panilapatian Pegat Soot di Pura Gunung Sari, Banjar Jurang Asri, Desa Adat Peraupan, Denpasar Utara, pada Rabu (29/7/2026).

Rangkaian upacara sakral yang bertepatan dengan Rahina Purnama Sasih Karo ini dilaksanakan seiring telah rampungnya pemugaran dan pembaharuan seluruh bangunan palinggih di pura setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara berkesempatan melakukan prosesi mendem pedagingan di Bale Gedong, menyerahkan bantuan punia, serta meresmikan karya dengan menandatangani Prasasti Karya Ngenteg Linggih Pura Gunung Sari.

[irp]

Turut hadir mendampingi Walikota, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Kabag Kesra Setda Kota Denpasar Ida Bagus Alit Surya Antara, Camat Denpasar Utara I Wayan Ariyanta, serta jajaran tokoh agama dan masyarakat setempat.

Bangun Kemandirian dan Sradha Bhakti Umat

Di sela-sela upacara, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan upakara keagamaan ini merupakan sarana nyata untuk menguatkan nilai spiritual serta meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pesemetonan dan desa adat, perlu diapresiasi bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujar Jaya Negara.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemerintah Kota Denpasar terus mengedepankan program pemberdayaan masyarakat yang bersinergi dengan sektor keagamaan. Jaya Negara memberikan apresiasi tinggi atas munculnya kesadaran dan kemandirian masyarakat dalam menyelenggarakan upacara yang memenuhi kaidah Tri Guna Karya serta Satwika Karya.

[irp]

Jaya Negara berharap, melalui pelaksanaan Yadnya berskala besar ini, rasa persaudaraan dan persatuan antarumat, khususnya warga pengempon Pura Gunung Sari, dapat terus terjalin erat.

“Tentu pelaksanaan Yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara Yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” tambahnya.

Puncak Karya Digelar 5 Agustus 2026

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, I Made Sueca, menjelaskan bahwa rangkaian karya ini digelar sebagai wujud rasa syukur atas rampungnya renovasi seluruh palinggih di Pura Gunung Sari.

Sueca menyampaikan bahwa usai prosesi mendem pedagingan dan penandatanganan prasasti, puncak karya akan dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026 mendatang. Upacara puncak tersebut rencananya akan dipuput oleh Ida Peranda Mpu Nabe Yoga Daksa Paramitha dari Griya Peraupan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan upacara ngenteg linggih dan meresmikan karya ini dengan Ngelingga Tangan atau menandatangani prasasti karya serta memberikan punia. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkap Sueca.

Editor: Rudi