Wawali Arya Wibawa Buka Temu Usaha 2026 Dorong UMKM Naik Kelas, Perkuat Kemitraan dengan Dunia Usaha

 Wawali Arya Wibawa Buka Temu Usaha 2026 Dorong UMKM Naik Kelas, Perkuat Kemitraan dengan Dunia Usaha

Foto : Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan membuka penyelenggaraan Temu Usaha Penanaman Modal Tahun 2026 yang digelar DPMPTSP Kota Denpasar di Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin (27/7/26).

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan melalui penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah konkret ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Temu Usaha (Business Matching) Penanaman Modal Tahun 2026 yang digelar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar di Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin (27/7/26).

Penyelenggaraan forum bisnis tahunan yang telah memasuki edisi keenam ini dibuka secara resmi oleh Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, ditandai dengan pemukulan gong secara simbolis.

Mengusung tema “Melalui Temu Usaha, Kita Perkuat Kemitraan UMKM dengan Dunia Usaha untuk Mendorong Investasi yang Inklusif dan Berkelanjutan di Kota Denpasar”, forum ini mempertemukan sebanyak 30 UMKM potensial dari berbagai sektor usaha dengan jaringan retail modern, lembaga keuangan, organisasi bisnis, hingga kalangan akademisi.

[irp]

Dorong Regulasi Khusus Kemitraan Retail Modern dan UMKM

Dalam sambutannya, Wawali Arya Wibawa menegaskan bahwa sektor UMKM merupakan tulang punggung utama perekonomian Kota Denpasar. Menurutnya, selain memanfaatkan saluran pemasaran digital, para pelaku UMKM sangat membutuhkan ketersediaan ruang fisik di jaringan pasar modern agar produk-produk lokal Bali makin dikenal luas dan memiliki daya saing yang kokoh.

“Selain memanfaatkan pemasaran digital, pelaku UMKM juga membutuhkan ruang di pasar modern agar produk-produk lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” tegas Arya Wibawa.

Oleh karena itu, Pemkot Denpasar tengah berkoordinasi intensif dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk merumuskan regulasi khusus. Regulasi ini dirancang dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwali) maupun Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur kewajiban retail modern berjaringan untuk menyediakan kuota khusus bagi produk UMKM lokal serta memberikan pendampingan aspek perizinan.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan kepastian pasar sekaligus memacu para pelaku usaha kecil untuk terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas produksi, dan standar daya saing sehingga mampu tumbuh secara berkelanjutan dan naik kelas.

[irp]

Buka Peluang Ekspor hingga Pasar Timor Leste

Lebih lanjut, Arya Wibawa mengungkapkan bahwa peluang pengembangan UMKM Denpasar tidak hanya terbatas pada pasar domestik semata. Pihaknya menyampaikan bahwa pada pekan sebelumnya, Pemkot Denpasar menerima kunjungan resmi Atase Perdagangan Timor Leste yang mengapresiasi kualitas produk UMKM Denpasar sekaligus membuka kran kerja sama perdagangan bilateral.

Pemkot Denpasar berkomitmen penuh mengawal para pelaku UMKM agar mampu menembus pasar ekspor melalui kemudahan perizinan, percepatan akses pembiayaan, serta pemanfaatan teknologi digital.

“Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan seremonial, tetapi mampu menghasilkan kemitraan yang nyata dan berkelanjutan demi mewujudkan Denpasar yang maju, kreatif, berbudaya, dan sejahtera,” harapnya.

[irp]

Sinergi Lintas Sektor Ciptakan Wirausaha Tangguh

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kota Denpasar, Ida Bagus Benny Pidada Rurus, menjelaskan bahwa Temu Usaha ini dirancang sebagai forum strategis untuk mempertemukan UMKM dengan pelaku usaha retail besar guna menjawab tantangan pemasaran yang selama ini dihadapi pelaku usaha lokal.

Melalui kemitraan ini, UMKM diharapkan mampu memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi rantai pasok, menciptakan lapangan kerja baru, serta melahirkan wirausaha-wirausaha baru yang tangguh di Kota Denpasar.

Untuk memperkaya wawasan peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dan mitra strategis, di antaranya perwakilan Arta Sedana Sesetan, Karya Sari Sesetan, Asia Small Business Federation (ASBF) Bali, akademisi Dr. Ida Ayu Maharatni, serta Bank BPD Bali.

“Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Denpasar optimistis akan lahir berbagai kerja sama konkret dalam bidang pemasaran, rantai pasok, hingga pengembangan usaha yang mampu memperkuat daya saing ekonomi daerah secara berkelanjutan,” pungkas Benny Pidada.

Editor: Rudi

Bagikan: