Kabar Duka Bali: Maestro Permainan Anak I Made Taro Berpulang di Usia 87 Tahun

 Kabar Duka Bali: Maestro Permainan Anak I Made Taro Berpulang di Usia 87 Tahun

Foto: Almarhum I Made Taro

DENPASAR, Letternews.net Kabar duka menyelimuti dunia kebudayaan dan pendidikan anak di Bali. Tokoh legendaris sekaligus maestro permainan tradisional anak, I Made Taro, mengembuskan napas terakhirnya di usia 87 tahun.

Kepergian sosok pendiri Sanggar Kukuruyuk ini terasa sangat puitis sekaligus penuh makna, lantaran bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional, Kamis (23/7/2026). Seolah takdir memilih hari yang paling bermakna untuk mengantarkan seorang guru yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri bagi kebahagiaan dan tumbuh kembang anak-anak.

BACA JUGA:  Walikota Jaya Negara Tinjau Safari Kesehatan di Banjar Oongan, Dekatkan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat

Semasa hidupnya, almarhum Made Taro tidak hanya sekadar mengajarkan permainan tradisional, melainkan menanamkan nilai-nilai karakter, moral, keceriaan, dan penguatan budaya Bali melalui cerita serta gending (lagu) anak-anak.

“Selamat jalan Pak Made Taro, sang maestro permainan anak. Bapak telah menanamkan keceriaan, nilai kehidupan, dan warisan budaya melalui permainan yang menghidupkan tawa sekaligus membentuk karakter. Jejak pengabdianmu akan terus hidup dalam setiap langkah anak-anak yang bermain, belajar, dan bertumbuh,” ungkap ungkapan duka dari keluarga besar dan pencinta budaya anak di Bali.

BACA JUGA:  Gubernur Koster: Ekonomi Kerthi Bali Adalah Kunci Berdikari dan Berdaulat Pangan

Jejak Dedikasi dan Warisan Luhur Sang Maestro

Kepergian Made Taro meninggalkan ruang duka yang mendalam. Dedikasi almarhum yang konsisten merawat tradisi mendongeng dan permainan anak Bali telah menjadi benteng kebudayaan di tengah gempuran era digital.

Beberapa catatan pengabdian dan perjalanan penting almarhum meliputi:

  • Pendiri Sanggar Kukuruyuk: Wadah edukasi kreasi seni, dongeng, dan permainan tradisional Bali yang telah melahirkan banyak generasi berkarakter.

BACA JUGA:  Peringati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Gubernur Koster Tegaskan Pelayanan Publik Harus Tulus Ikhlas
  • Penerima Penghargaan Kebudayaan: Konsisten melestarikan ratusan jenis permainan tradisional Bali yang hampir punah agar tetap diminati generasi muda.

  • Penjaga Budaya Anak: Dua tahun lalu, bertepatan pula dengan Hari Anak Nasional, sosialisasi warisan karya Made Taro dihadirkan secara megah untuk generasi muda melalui ajang Rare Bali Festival.

Meski almarhum telah menyusul mendiang calon penerus karyanya, GoodDay Tarmada, warisan pemikiran dan semangat yang telah ditanamkan Pak Made Taro dipastikan akan terus dirawat dan diteruskan oleh para penggiat budaya serta masyarakat Bali.

Masyarakat Bali menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas ketulusan dan dedikasi almarhum. Semoga Amor ing Acintya, almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa).

Editor: Rudi

.
Bagikan: