Raih Nilai Tertinggi, Wayan Suadi Putra Siap Sulap Pasar Tradisional Denpasar Jadi Modern dan Nyaman
Foto: I Wayan Suadi Putra
DENPASAR, Letternews.net – Era baru pengelolaan pasar tradisional di Kota Denpasar segera dimulai. Masa jabatan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Sewakadarma, Ida Bagus Kompyang Wiranata atau Gus Kowi, telah resmi berakhir pada 4 Juli 2026 setelah mengabdi selama dua periode.
Kini, estafet kepemimpinan bersiap beralih. Berdasarkan hasil seleksi ketat panitia, nama I Wayan Suadi Putra muncul sebagai kandidat terkuat untuk memimpin Perumda Pasar Sewakadarma periode 2026–2031.
Hasil Seleksi Akhir: Suadi Putra Raih Nilai Tertinggi
Ketua Panitia Seleksi (Pansel), I Putu Agus Jayadi, menjelaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan independen sesuai Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 18 Tahun 2020. Proses panjang selama empat bulan ini menyisakan tiga kandidat terbaik dari total enam pendaftar.
Berdasarkan rekapitulasi penilaian uji kelayakan, kepatutan, dan wawancara akhir dengan Wali Kota Denpasar, berikut adalah hasil nilai akhir para kandidat:
-
I Wayan Suadi Putra (Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar): 9,0
-
I Ketut Hadihasa (Kepala SPI Perumda Pasar): 8,7
-
I Kadek Hendarto Sukrana (Kabag Teknik Perumda Pasar): 8,6
Hasil akhir ini telah diserahkan kepada Wali Kota Denpasar sebagai dasar penetapan resmi. Agenda pelantikan dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 mendatang. Untuk sementara waktu, operasional perusahaan dipimpin oleh I Kadek Hendarto selaku Pelaksana Tugas (Plt).
Sentuhan Arsitek: Ubah Citra Kumuh Menjadi Pasar Tematik
Sebagai kandidat terkuat, I Wayan Suadi Putra langsung tancap gas menyiapkan program kerja prioritas. Langkah awal dalam enam bulan pertama kepemimpinannya adalah fokus pada penataan internal dan kenyamanan pasar.
Suadi Putra ingin mendobrak stigma lama bahwa pasar tradisional identik dengan kondisi yang becek, kotor, dan kurang nyaman. Menariknya, ia akan memanfaatkan latar belakang keilmuannya di bidang arsitektur untuk menata ulang tata ruang pasar.
“Prioritas pertama kami adalah membenahi kondisi fisik agar pasar lebih bersih, rapi, dan nyaman dikunjungi. Fasilitas umum dan area yang becek akan kami perbaiki terlebih dahulu,” ujar Suadi saat dihubungi via WhatsApp.
Selain kebersihan fisik, ia juga menyiapkan strategi cerdas untuk mengatasi masalah kios kosong melalui konsep Pasar Tematik.
-
Lantai Dasar: Difokuskan khusus untuk pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.
-
Lantai Atas: Diarahkan menjadi pusat kuliner kekinian dan ruang usaha kreatif.
-
Optimalisasi Ruang Kosong: Membuka peluang kerja sama pembuatan co-working space, working space, hingga virtual office di pasar-pasar potensial seperti Graha Yowana Suci, Lokitasari, Kumbasari, Satria, dan Pasar Kereneng.
Revitalisasi Pasar Cokro dan Dorongan Digitalisasi
Salah satu target besar jangka panjang Suadi adalah merevitalisasi Pasar Cokro. Lokasinya yang sangat strategis membuat pasar ini berpotensi diadopsi menjadi pusat perbelanjaan modern. Konsepnya dirancang agar aktivitas dagang berada di lantai dasar, sementara area parkir serta pusat kuliner berada di lantai atas.
Dari sisi manajemen internal, Suadi memastikan tidak akan ada perekrutan pegawai baru karena aturan moratorium. Namun, ia akan melakukan penataan ulang personel agar pos kebersihan dan keamanan dapat bekerja lebih optimal.
Selain itu, ia siap memperkuat kedisiplinan pegawai melalui penerapan sistem manajemen berbasis digital, seperti absensi elektronik dan sistem e-kinerja.
Demi dedikasinya memimpin Perumda Pasar, Suadi Putra juga menegaskan telah resmi mengajukan surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD Kota Denpasar dari Fraksi PDI Perjuangan.
Apresiasi dan Harapan dari Gus Kowi
Di sisi lain, Gus Kowi yang purna tugas per 4 Juli 2026 menitipkan pesan mendalam bagi direksi baru. Ia berharap pemimpin yang baru dapat menjaga komunikasi lintas instansi, khususnya dalam menangani isu pelik seperti pengelolaan sampah dan penataan pedagang tumpah di sekitar pasar.
“Sudah saatnya purna tugas untuk fokus menjaga kesehatan. Saya berharap direksi yang baru bisa terus melanjutkan program-program positif yang sudah berjalan dan memperbaiki kekurangan yang ada,” tutup Gus Kowi.
Editor: Rudi








