
DENPASAR, Letternews.net – Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Secara tegas, Gubernur Koster menginstruksikan seluruh jajaran kepala daerah dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali untuk menjadikan data sensus ini sebagai landasan utama yang pasti, akurat, dan objektif dalam menyusun setiap perencanaan kebijakan serta pemetaan anggaran ke depan.
Komitmen bersama untuk menyukseskan agenda strategis 10 tahunan ini dikukuhkan secara resmi melalui penancapan kayon dalam acara Penguatan Komitmen Bersama Menyelusuri Sensus Ekonomi 2026 Provinsi Bali yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Sabtu (11/7/2026).
[irp]
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Provinsi Bali memiliki keistimewaan tersendiri. Kebijakan untuk memulai pendataan lebih awal diambil sebagai langkah antisipatif agar proses pencacahan lapangan tidak berbenturan dengan khusyuknya perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan umat Hindu di Bali.
“Atas nama Pemerintah Daerah dan segenap masyarakat Bali, saya menyampaikan terima kasih kepada Ibu Kepala BPS RI atas kebijaksanaan dan kelonggaran waktu yang diberikan. Dengan begitu, umat Hindu di Bali dapat menjalankan hari raya dengan tenang, dan akurasi data sensus pun tetap terjaga dengan optimal,” ungkap Gubernur Koster.
Gubernur Koster juga mengajak seluruh krama Bali, pelaku usaha, hingga tingkat keluarga untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan data yang jujur, akurat, serta apa adanya.
[irp]
Sensus Ekonomi 2026 kali ini dirancang secara komprehensif. Tidak hanya mendata unit usaha berskala besar, agenda ini juga berfokus pada pembaruan data ekonomi keluarga di tingkat akar rumput. Kepala BPS Provinsi Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, merinci kesiapan teknis operasional di lapangan:
Total Petugas Terjun: Sebanyak 3.774 petugas sensus dikerahkan langsung secara door-to-door selama dua bulan penuh, mulai dari 8 Juni hingga 31 Agustus.
Total Sasaran Pendataan: Menjangkau 1,71 juta unit usaha dan keluarga di seluruh pelosok Bali.
Kluster Unit Usaha Bali: Berdasarkan proyeksi BPS, terdapat total 647.337 unit usaha di Bali yang terdiri dari 1.803 usaha besar, 12.578 usaha menengah, dan 632.956 usaha mikro kecil (UMK) yang menjadi tulang punggung ekonomi Bali.
Kompas Bangsa: Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kompas bagi perjalanan bangsa. Data yang berkualitas akan memastikan arah pembangunan Indonesia bergerak maju dengan tepat sasaran. Ia berpesan kepada ribuan petugas di Bali agar melakukan pencacahan secara teliti tanpa ada satu pun unit usaha atau keluarga yang terlewatkan.
[irp]
Bagi Bali, hasil sensus ini sangat krusial karena karakteristik ekonominya yang unik dengan ketergantungan pada sektor pariwisata, pertanian, perikanan, perdagangan, serta industri kreatif. Melalui integrasi data unit usaha dan data ekonomi keluarga, pemerintah akan mendapatkan gambaran utuh mengenai produktivitas daerah, daya saing, hingga peta ketahanan keluarga.
Data-data objektif inilah yang nantinya akan menjadi kompas operasional bagi Pemprov Bali dalam mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali secara terukur dan berkelanjutan, guna memastikan pertumbuhan ekonomi selaras dengan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Editor: Rizal
Mari bergabung bersama kami!
Gabung di saluran Whatsapp resmi kami: Klik di Sini
Gabung di Grup Whatsapp Pembaca Setia kami: Klik di Sini