LetterNews
03 November 2026
13:38 WITA
Topik Populer:
#Letternews#KPK#PLN#Bali#Korupsi#Polda Bali#Wayan Koster#Denpasar#Pemkot Denpasar#OJK
25 June 2026 20:41 WITA
Penulis: Redaksi | Editor: Redaksi | Dipublikasikan: 25 June 2026, 20:41 WITA

Tolak KKN ‘Numpang Foto’, Bupati Kembang Hartawan Tantang Mahasiswa UGM Bawa Solusi Kebijakan untuk Jembrana

Foto: Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan menerima audiensi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Unit BA 007

JEMBRANA, Letternews.net – Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, memberikan tantangan teoretis dan praktis yang menohok kepada para intelektual muda tanah air. Saat menerima audiensi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Unit BA 007, Bupati menegaskan agar kehadiran mereka tidak sekadar menjadi agenda seremonial atau sekadar mencari pengalaman personal.

Bertempat di Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Rabu (24/06/2026), mantan Wakil Bupati Jembrana dua periode tersebut menuntut mahasiswa UGM untuk wajib menyusun laporan rekomendasi kebijakan (policy brief) yang konkret berdasarkan hasil pemetaan masalah di desa tempat mereka mengabdi.

“Jangan pulang cuma membawa kenangan atau sekadar menumpang KKN. Bawa solusi nyata hasil riset lapangan yang bisa saya pakai secara langsung untuk mengambil kebijakan strategis bagi daerah,” tegas Bupati Kembang Hartawan di hadapan para mahasiswa.

Bupati Kembang menggarisbawahi pentingnya pendekatan kolaboratif. Mahasiswa wajib melibatkan warga lokal secara aktif, mulai dari tahap mengidentifikasi masalah hingga merancang jalan keluar.

“Kalau kehadiran mahasiswa ke desa cuma datang, foto-foto, lalu pulang, mending tidak usah ada KKN di Jembrana,” seloroh Bupati dengan nada menyindir namun penuh penekanan.

[irp]

Gayung Bersambut: UGM Tawarkan Program Afirmasi Kedokteran untuk Putra Daerah

Merespons tantangan keras dari orang nomor satu di Bumi Makepung tersebut, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UGM, drg. Trianna Wahyu Utami, MDSc., Ph.D., menyambutnya dengan sangat positif. Pihak kampus menitipkan para mahasiswa agar dibimbing secara ketat sesuai dengan kebutuhan riil masyarakat di Kecamatan Melaya.

Lebih dari itu, Trianna langsung membuka pintu kerja sama yang jauh lebih progresif. UGM menyatakan kesiapan penuh untuk mengirimkan tim KKN berikutnya ke berbagai titik lain di Jembrana, asalkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengajukan surat resmi yang memuat daftar masalah prioritas di lapangan.

Langkah yang paling menyedot perhatian adalah tawaran dari UGM untuk membantu mengatasi krisis tenaga kesehatan di Jembrana melalui jalur pendidikan tinggi.

  • Afirmasi Pendidikan Dokter: UGM menawarkan skema afirmasi masuk Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi khusus bagi putra daerah berprestasi asal Jembrana.

  • Kerja Sama Pendidikan Lanjut: UGM siap memfasilitasi beasiswa dan program spesialis lanjutan guna memastikan pemenuhan kebutuhan dokter di fasilitas kesehatan Jembrana tercapai secara mandiri dalam jangka panjang.

[irp]

Ubah Hasil KKN Menjadi Policy Brief yang Siap Dieksekusi

Terobosan yang dilakukan Bupati Kembang Hartawan dengan mewajibkan laporan kebijakan dari mahasiswa KKN dinilai sebagai sebuah langkah segar. Selama ini, dokumen laporan KKN mahasiswa dari berbagai universitas kerap kali berakhir menjadi tumpukan kertas tak bergunung di rak perpustakaan kampus.

Melalui skema baru ini, pola kemitraan Jembrana-UGM diproyeksikan mampu menjadi model percontohan (role model) kolaborasi ideal antara pemerintah daerah dan institusi akademis di Indonesia. Kampus mendapatkan laboratorium pengabdian nyata, Pemda memperoleh cetak biru solusi berbasis riset yang efisien, dan masyarakat memetik dampak pembangunan langsung.

Sebagai informasi, Tim KKN UGM Unit BA 007 dijadwalkan akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Melaya selama 50 hari ke depan. Pergerakan mereka akan difokuskan pada empat sektor krusial, yaitu isu kesehatan masyarakat, penghijauan lingkungan, pengelolaan sampah terintegrasi, serta akselerasi tata kelola digitalisasi desa.

Editor: Rudi