Kasus Perkebunan PT PSMI di Areal Inhutani V, Kejagung Periksa Komisaris dan Eks Direksi
Usung Tema ‘Kawya Atma Kerthi’, Bulan Bung Karno VIII Bali Hadirkan Ragam Lomba Kreatif dan Edukatif
Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster

DENPASAR, Letternews.net – Gelaran akbar Bulan Bung Karno VIII Tahun 2026 di Provinsi Bali dipastikan bakal berlangsung semarak dengan balutan aktivitas edukasi. Mengusung tema filosofis “Kawya Atma Kerthi” yang bermakna Meraya Jiwa Perjuangan Proklamator, momentum bersejarah ini diisi dengan berbagai perlombaan kreatif untuk membangkitkan nasionalisme generasi muda.
Gubernur Bali, Wayan Koster, didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi telah membuka festival ideologis ini pada Senin, 1 Juni 2026 malam, di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center, Denpasar. Melalui rangkaian perlombaan ini, Pemprov Bali berupaya mengaktualisasikan nilai-nilai ajaran Bung Karno dalam kehidupan nyata.
Wadah Ekspresi Lintas Generasi dari Puisi hingga Pidato Kebangsaan
Gubernur Wayan Koster mengungkapkan bahwa partisipasi dalam berbagai lomba edukatif ini dibuka secara luas bagi seluruh lapisan masyarakat di Pulau Dewata. Target utama kepesertaan menyasar kelompok pelajar tingkat SMP, SMA/SMK, hingga mahasiswa perguruan tinggi se-Bali.
Beberapa cabang perlombaan bertema kebangsaan yang siap digulirkan antara lain:
-
Lomba Cipta dan Baca Puisi: Mengusung tema sentral “Proklamator Bung Karno” untuk menggali kreativitas sastra anak muda.
-
Lomba Pidato Kebangsaan: Mengambil tema “Bung Karno Bapak Bangsa” guna melatih mental retorika dan kepemimpinan ala Sang Proklamator.
“Melalui kegiatan ini, kita harapkan tumbuh ruang ekspresi sekaligus media refleksi bagi generasi muda dalam memahami, mendalami, dan mengaktualisasikan nilai-nilai murni perjuangan Bung Karno di era modern,” urai Gubernur Koster di Denpasar.
Sejarah Tari Teruna Jaya: Jejak Pemberian Nama dari Bung Karno
Salah satu kategori yang paling menyedot perhatian dalam Bulan Bung Karno VIII tahun ini adalah dibukanya Lomba Tari Teruna Jaya khusus pelajar tingkat SMP dan SMA se-Bali. Kesenian klasik ini sengaja dipilih karena memiliki keterikatan historis yang sangat kuat dengan figur Bung Karno.
Tari Teruna Jaya dikenal sebagai salah satu warisan seni tari Bali yang lahir dari ekspresi jiwa kepemudaan yang dinamis, lincah, penuh semangat, serta sarat dengan keberanian mengekspresikan jati diri.
“Penamaan ‘Teruna Jaya’ sendiri diberikan langsung oleh Bung Karno pada masanya. Nama tersebut merefleksikan semangat pemuda yang bangkit, berani, dan penuh daya juang,” jelas Koster.
Karakter tari yang ekspresif ini dinilai sangat selaras dengan kepribadian Bung Karno pada masa mudanya, yang dipenuhi idealisme tinggi serta kekuatan magis dalam membangkitkan kesadaran nasionalisme bangsa Indonesia untuk merdeka.
Membangun Kompas Karakter Gen-Z Sejak Dini
Hadirnya Lomba Tari Teruna Jaya di atas panggung Art Center bukan sekadar pementasan estetika seni tari di atas panggung. Lebih dari itu, Pemprov Bali menjadikannya sebagai sarana pembinaan karakter (character building) generasi muda sejak dini.
Melalui sinergi gerakan tari yang gagah dan dinamis, Gen-Z dan Milenial Bali diharapkan mampu menyerap sari pati semangat juang, disiplin tinggi, serta kecintaan yang mendalam terhadap kebudayaan Nusantara. Pola ini sejalan dengan visi besar pembumian ajaran Tri Sakti Bung Karno di Bali, yakni berkepribadian dalam kebudayaan demi menjaga martabat bangsa.
Editor: Rudi.









