Wayan Koster Maju 3 Periode? Jubir Gubernur Bali: Itu Hoaks, Jangan Mau Diadu Domba!
Nasib Padang Galak: Akankah Langit Terakhir ‘Rare Angon’ Bali Tinggal Kenangan?
Foto: Layang-layang

DENPASAR, Letternews.net — Sebuah tanya besar kini menggantung di langit Pantai Padang Galak, Sanur. Di antara embusan angin kencang yang biasanya menerbangkan ribuan layang-layang tradisional Bali, terselip keresahan mendalam dari komunitas Rare Angon. Pertanyaannya hanya satu: Apakah musim ini menjadi kali terakhir lapangan legendaris ini bisa digunakan untuk bermain layang-layang?
Bagi masyarakat Bali, Pantai Padang Galak bukan sekadar lahan kosong. Tempat ini adalah “tanah sakral” bagi kebangkitan festival layang-layang internasional. Namun, seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur dan perubahan tata ruang, area yang tersisa untuk para penggiat budaya ini semakin terjepit.
Menagih Janji Pemimpin Daerah
Para penggiat layang-layang kini menaruh harapan besar kepada para pemimpin daerah dan pemerintah pusat. Aspirasi mereka cukup sederhana: mempertahankan sisa lahan dari sisi timur jalan hingga bibir pantai sebagai arena bermain layang-layang.
“Kami masih banyak yang berharap agar area lapangan Padang Galak tetap bisa dijadikan arena bermain, meskipun luasnya kini terbatas. Namun, semua kembali pada kebijakan pemimpin daerah. Apakah mereka masih peduli dengan nasib penghobi dan pelestari budaya ini?” ujar Agus salah satu tokoh penggiat layang-layang yang kerap berkegiatan di sana.
Layang-layang dan Jejak Pariwisata Bali
Perlu diingat kembali sejarah kebangkitan pariwisata Bali. Pada masa awal berkembangnya Pesta Kesenian Bali (PKB), lomba layang-layang Bali yang digawangi oleh Pelangi Bali menjadi salah satu magnet utama wisatawan mancanegara.
Warna-warni Bebean, Janggan, dan Pecukan yang menghiasi langit Padang Galak telah menjadi ikon budaya yang membawa nama Bali ke kancah global. Sangat disayangkan jika lahan yang memiliki nilai sejarah dan “kesakralan” dalam dunia seni dirgantara tradisional ini harus hilang tanpa ada upaya perlindungan atau penyediaan solusi lahan alternatif dari pemerintah.
Editor: Rudi.







