Transformasi Pesta Kesenian Bali 2026: Libatkan EO Profesional, Honor Seniman Bakal Cair Lebih Cepat!

 Transformasi Pesta Kesenian Bali 2026: Libatkan EO Profesional, Honor Seniman Bakal Cair Lebih Cepat!

Foto: Pasca dilantik Gubernur Koster, Kadisbud Bali IB Alit Suryana langsung tancap gas. Simak visi 100 hari pertamanya: Digitalisasi budaya & pemberdayaan seniman.

DENPASAR, Letternews.net — Perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 tahun 2026 bertajuk ‘Atma Kerti: Jiwa Sidha Parisudha’ dipastikan tampil beda. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ajang budaya kebanggaan masyarakat Bali ini akan melibatkan Event Organizer (EO) profesional. Langkah berani ini diambil Pemerintah Provinsi Bali guna memangkas birokrasi administrasi yang selama ini dikeluhkan para seniman.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, menegaskan bahwa pelibatan pihak ketiga ini merupakan hasil evaluasi mendalam dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  WBP Lapas Perempuan Kelas IIA Kerobokan, Diberikan Pendidikan Kepramukaan

Solusi “Sakit Hati” Administrasi Seniman

Salah satu masalah klasik dalam PKB adalah lamanya proses pencairan honorarium atau biaya pementasan yang terkadang memakan waktu berbulan-bulan. Dengan sistem baru ini, proses tersebut akan diambil alih oleh manajemen EO.

“Tahun lalu, seniman sering menunggu lama untuk pembayaran. Sekarang kita gunakan EO agar administrasi lebih cepat. Intinya, kita ingin memberikan pelayanan yang lebih profesional dan terhormat kepada para pelaku seni,” ujar IB Alit Suryana, Rabu (6/5).

Hal senada diungkapkan oleh Liaison Officer (LO) PKB, I Kadek Wahyudita. Ia menyebutkan bahwa sistem ini akan menghindarkan seniman dari beban bunga pinjaman akibat keterlambatan dana. “Dulu pencairan bisa berbulan-bulan sampai riuh di media sosial. Sekarang, honor bisa cair di hari yang sama setelah tampil, asalkan syarat administrasi lengkap,” jelasnya.

BACA JUGA:  Sekda Denpasar Alit Wiradana Sidak Mal Pelayanan Publik

Panggung Lebih Megah, Konsumsi Ramah Lingkungan

Tak hanya soal duit, keterlibatan EO juga menyasar peningkatan kualitas teknis panggung. Penataan cahaya (lighting), sistem suara (sound system), hingga waktu gladi bersih akan ditangani oleh tenaga ahli profesional.

Inovasi unik lainnya adalah sistem konsumsi bagi seniman yang kini menggunakan kupon. Nantinya, para seniman dapat menukarkan kupon tersebut di gerai-gerai UMKM yang tersedia di area PKB. Langkah ini diklaim mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus mengurangi limbah kemasan makanan konvensional.

Kadisbud memastikan bahwa biaya manajemen (management fee) untuk EO tidak akan memotong hak para seniman, karena anggaran keduanya telah dipisahkan sejak awal melalui mekanisme e-purchasing katalog.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: