Ubah Sampah Jadi Berkah: Pemkot Denpasar Ajak Pelaku Horeka Terapkan Ekonomi Sirkular

 Ubah Sampah Jadi Berkah: Pemkot Denpasar Ajak Pelaku Horeka Terapkan Ekonomi Sirkular

Foto: Pemkot Denpasar dorong pelaku Horeka terapkan ekonomi sirkular dengan konsep Waste to Worth dan strategi 5R demi pariwisata berkelanjutan.

DENPASAR, Letternews.net – Pemerintah Kota Denpasar melakukan terobosan strategis dalam menjaga wajah pariwisata Bali. Mewakili Walikota Denpasar, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya secara resmi membuka Gathering Destinasi Pariwisata di Grand Mercure Sanur, Selasa (28/4). Dalam forum tersebut, Pemkot mendorong penuh sektor Hotel, Restoran, Cafe/Katering (Horeka) untuk mengadopsi sistem ekonomi sirkular berbasis konsep “Waste to Worth”.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa sampah tidak lagi dianggap sebagai beban lingkungan, melainkan aset ekonomi melalui strategi 5R (Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery).

BACA JUGA:  KSP Moeldoko Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Rizal Ramli

Transformasi Paradigma Pengelolaan Sampah

Sekda Eddy Mulya menegaskan bahwa Denpasar sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya tidak boleh hanya menjual pengalaman, tetapi juga harus menjamin keberlanjutan lingkungan.

“Kami tidak bisa lagi memandang sampah sebagai persoalan biasa. Ini adalah isu strategis. Kita harus mengubah paradigma melalui ekonomi sirkular, di mana sampah bukan sekadar residu, melainkan potensi ekonomi,” tegas Eddy Mulya.

Konsep ini selaras dengan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber. Pelaku usaha Horeka diminta konsisten melakukan pemilahan dari hulu, mengurangi plastik sekali pakai, hingga mengolah sisa makanan menjadi kompos berkualitas.

BACA JUGA:  Patuh Agung 2023 Polda Bali Melaksanakan Penertiban Kendaraan Yang Melanggar

Kolaborasi Lintas Sektor di Sanur

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti, menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta yang terdiri dari 40 pengelola Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan 40 pemilik usaha Horeka.

Acara ini menghadirkan narasumber ahli, mulai dari Inspektorat Daerah, DLHK, hingga praktisi dari Blockchain dan manajemen Waterboom Bali untuk berbagi praktik terbaik (best practices) dalam mengelola limbah pariwisata.

BACA JUGA:  PUPR Denpasar Rutin Bersihkan Sampah di Sungai

“Tujuannya adalah penyamaan persepsi. Kita ingin membangun ekosistem di mana sampah tidak berakhir di TPA, melainkan diolah menjadi produk kreatif atau material daur ulang yang bernilai ekonomi,” tambah Ryastiti.

Pemkot Denpasar berharap gathering ini melahirkan aksi nyata di lapangan, menjadikan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai budaya baru yang membuat pariwisata Denpasar tetap bersih, hijau, dan berdaya saing global.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: