Sinergi Bali-Pusat: Gubernur Koster dan Menteri Imipas Perketat Pengawasan Orang Asing

 Sinergi Bali-Pusat: Gubernur Koster dan Menteri Imipas Perketat Pengawasan Orang Asing

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster & Menteri Imipas RI teken MoU penguatan fungsi imigrasi. Fokus pada pengawasan orang asing & pelayanan prima di Bali.

TANGERANG, Letternews.net – Langkah strategis diambil Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjaga pintu gerbang pariwisata Indonesia. Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama Bupati Badung (diwakili Pj./Sekda), resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) RI, Agus Andrianto, Senin (27/4).

Penandatanganan yang berlangsung di Auditorium Prof. Muladi, Tangerang, ini fokus pada optimalisasi tugas dan fungsi keimigrasian guna meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperketat pengawasan orang asing di Pulau Dewata.

BACA JUGA:  Diduga Gelapkan Dana Rp167 Miliar, Puteri Indonesia Persahabatan 2002 Dipolisikan

Integritas sebagai Fondasi Kolaborasi

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menegaskan bahwa kerja sama dengan Bali adalah modal besar bagi institusinya. Mengingat Bali merupakan destinasi dunia, pengawasan keimigrasian harus berjalan beriringan dengan pelayanan yang prima.

“Sehebat apa pun kolaborasi yang dibangun, tidak akan berarti apa-apa tanpa dilandasi fondasi integritas. Saya berharap sinergi ini teraktualisasi dalam kerja nyata, bukan sekadar seremonial,” tegas Agus Andrianto.

MoU ini diharapkan mampu menjadi solusi atas dinamika kunjungan wisatawan asing di Bali, memastikan mereka yang datang memberikan manfaat positif bagi daerah tanpa mengabaikan aspek keamanan dan hukum.

BACA JUGA:  Perkuat Benteng Keamanan Bali: Gubernur Koster Perpanjang Nota Kesepakatan Sipandu Beradat

Revolusi Pemasyarakatan: Warga Binaan Jadi Subjek Produktif

Selain isu imigrasi, dalam momentum Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 ini, Menteri Imipas juga menginstruksikan perubahan paradigma di Lapas dan Rutan. Warga binaan kini didorong untuk menjadi subjek produktif yang mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kita ingin menjadikan warga binaan sebagai pelaku aktif pembangunan bangsa. Di balik tembok pemasyarakatan terpendam potensi luar biasa yang bisa berkontribusi pada ekonomi nasional,” tambah Menteri Agus.

Acara yang mengusung tema “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima” ini turut dihadiri Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, menandakan dukungan penuh lintas kementerian terhadap penguatan fungsi imigrasi dan pemasyarakatan di Indonesia.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: