Gubernur Koster Siapkan Rp203 Miliar untuk Restorasi Total Pelinggih Besakih: Rumah Ida Bhatara Tak Boleh Reyot!

 Gubernur Koster Siapkan Rp203 Miliar untuk Restorasi Total Pelinggih Besakih: Rumah Ida Bhatara Tak Boleh Reyot!

Foto: Gubernur Bali Wayan Koster siapkan Rp203 Miliar untuk restorasi total 26 pelinggih di Pura Agung Besakih. Koster tegaskan stana Tuhan tidak boleh reyot dan lapuk.

KARANGASEM, Letternews.net – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan komitmennya untuk melanjutkan penataan Pura Agung Besakih ke tahap yang lebih mendalam, yakni restorasi total area Parahyangan. Koster menekankan bahwa sebagai pusat spiritual umat Hindu, kondisi fisik pelinggih di Besakih harus mencerminkan kemuliaan dan martabat Bali.

Dalam pernyataannya di kawasan Besakih, Kamis (23/4), Koster mengungkapkan keprihatinannya melihat sejumlah pelinggih yang dalam kondisi lapuk, reyot, hingga berjamur. Menurutnya, hal ini tidak pantas untuk tempat suci yang menjadi stana linggih Ida Bhatara.

“Ini tempat memohon kerahayuan, pusat spiritual. Masa pelinggihnya lapuk dan jamuran? Kalau manusia tinggal di rumah bocor tentu tidak nyaman, apalagi ini rumah Ida Bhatara. Stana Tuhan tidak boleh reyot,” tegas Koster dengan nada bicara lugas.

BACA JUGA:  Begini Cara Cek Kendaraan Kena Tilang Elektronik

Restorasi Berbasis Pakem dan Kualitas Terbaik

Tahap kedua penataan ini akan menyasar 26 pelinggih, termasuk area Pedharman, dengan total anggaran mencapai Rp203 miliar. Koster memastikan bahwa seluruh proses restorasi wajib mengikuti pakem warisan leluhur, mulai dari jenis ukiran hingga pemilihan material berkualitas tinggi.

Ia mengkritik pola renovasi sebelumnya yang seringkali tidak seragam karena keterbatasan dana atau selera penyumbang. “Dulu ada yang pakai beton, ada bata, warnanya beda-beda. Ini tidak harmonis. Sekarang semua harus seragam, material terbaik, dan tidak boleh lagi berdasarkan selera pribadi,” tambahnya.

Ground breaking restorasi ini dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026, bertepatan dengan hari suci Purnama, dan ditargetkan tuntas pada Desember 2026. Untuk Parahyangan Utama, biaya sepenuhnya ditanggung Pemprov Bali, sementara Pedharman yang tidak mampu akan dibantu melalui APBD.

BACA JUGA:  Gubernur Koster Instruksikan Etalase Khusus Arak Bali di Bandara Ngurah Rai: Jangan Hanya Ada Whiskey dan Brandy

Mindset Pengelolaan Profesional: Standar Mal, Semangat Ngayah

Sukses dengan penataan Tahap I yang meliputi area parkir dan ketertiban sampah, Koster meminta Badan Pengelola untuk tetap menjaga standar kebersihan layaknya pusat perbelanjaan modern. Menariknya, manajemen kawasan Besakih kini telah mandiri secara finansial dengan mampu membiayai operasional sebesar Rp3,2 miliar dari hasil pengelolaan mandiri.

“Saya minta kelola seperti mal, harus selalu bersih dan rapi. Tapi ingat, ini bukan komersial, melainkan demi menjaga kesucian kawasan. Jangan ada korupsi. Harus tulus, lurus, dan fokus ngayah,” pesannya.

BACA JUGA:  Koster Ketok Palu! Ribuan Pengurus Anak Ranting hingga PAC Denpasar Resmi Dilantik sebagai Ujung Tombak Rakyat

Tahap III: Perlebar Akses Jalan Lintas Kabupaten

Tak berhenti di area pura, Koster telah merancang Tahap III pada tahun 2027 yang fokus pada infrastruktur jalan. Akses menuju Besakih dari berbagai penjuru Bali akan diperlebar agar pemedek tidak lagi terjebak kemacetan yang melelahkan.

Pembiayaan pembangunan infrastruktur ini akan menggunakan skema kolaboratif, melibatkan kabupaten dengan fiskal kuat seperti Badung, Denpasar, dan Gianyar. Koster menegaskan, daerah yang menikmati berkah pariwisata wajib berkontribusi membangun pusat pemujaan suci sebagai bentuk rasa syukur.

Editor: Rudi.

.

Bagikan: