Densus 88 Sasar Pelajar Bali: Perkuat Benteng Pendidikan Lawan Paham Radikalisme
Penyineban IBTK 2026: Momen Syahdu Gubernur Bali Ngayah Megambel di Pura Agung Besakih
Foto: Rangkaian IBTK 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup. Gubernur Bali turut ngayah megambel bersama pemedek dalam prosesi penyineban yang khidmat.

KARANGASEM, Letternews.net – Rangkaian upacara sakral Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih resmi ditutup melalui prosesi Penyineban pada Kamis (23/4). Suasana khidmat menyelimuti pelataran pura terbesar di Bali tersebut saat seluruh pralingga Ida Bhatara kembali ke pelinggih masing-masing setelah nyejer selama 21 hari.
Upacara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster bersama Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra. Kehadiran pemimpin nomor satu di Bali ini mencuri perhatian publik saat ia turut serta dalam tradisi ngayah. Tak hanya hadir secara formal, Gubernur Koster tampak membaur dengan pemedek untuk “megambel” atau memainkan instrumen gamelan gangsa.
Aksi ngayah tersebut menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan krama Bali dalam menjaga kelestarian adat dan budaya. Di sela-sela prosesi, keramahan Gubernur juga terlihat saat ia melayani permintaan foto bersama dari para pemedek tanpa mengurangi kekhidmatan ritual yang sedang berjalan.
Prosesi Ritual yang Dipuput Enam Sulinggih
Ketua Panitia IBTK Pura Agung Besakih, Jro Mangku Widiartha, menjelaskan bahwa penyineban diawali dengan bhakti penganyar terakhir pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan ritual utama pada pukul 15.00 WITA.
“Penyineban menandai berakhirnya masa nyejer sejak puncak karya pada 2 April lalu. Ritual ini mencakup doa bersama, Nuwek Bagia Pula Kerthi, hingga nedungan Ida Bhatara menuju pesineban,” jelas Jro Widiartha.
Kesakralan upacara ini dipuput oleh enam Sulinggih di berbagai lokasi strategis pura, termasuk Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa dan Ida Dalem Semara Putra di Bale Gajah. Turut hadir pula tokoh-tokoh penting seperti Wagub Bali periode 2018–2024 Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) serta jajaran Ditjen Bimas Hindu Kemenag RI.
Transparansi Dana dan Kelanjutan Ritual
Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, panitia menyampaikan laporan keuangan selama pelaksanaan IBTK 2026. Total dana yang terkumpul tercatat sebesar Rp8.965.742.204, dengan total pengeluaran operasional mencapai Rp6.477.534.000, menyisakan saldo sebesar Rp2.488.208.204.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh krama yang telah ngayah secara tulus. Mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam pelaksanaan,” tambah Jro Widiartha.
Meskipun penyineban telah usai, rangkaian akhir IBTK 2026 akan ditutup sepenuhnya melalui upacara Mejauman yang dijadwalkan pada 26 April 2026 mendatang.
Editor: Rudi.







